Pidato di Sidang PBB ke-80, Presiden Prabowo Tegaskan Peran Indonesia di Global South

Senin, 22 September 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. Dok: Sesneg

Presiden Prabowo Subianto. Dok: Sesneg

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto siap menyampaikan pidato pada Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Selasa (23/9/2025) pukul 09.00 waktu setempat atau 20.00 WIB. Indonesia diwakili langsung oleh Presiden di forum global tingkat tinggi.

Menurut unggahan resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Presiden Prabowo akan berbicara pada urutan ketiga, setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga :  Program Sekolah Rakyat Prabowo: 100 Sudah Jalan, 65 Siap September

Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York, Sabtu (20/9) sekitar pukul 16.50 waktu setempat. Dari bandara, Presiden langsung menuju hotel tempat bermalam selama di New York.

Ia didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, Sidang Majelis Umum PBB tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia.

Selain tampil di forum global, Indonesia juga menegaskan posisinya sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan reformasi tata kelola dunia.

Baca Juga :  Wanita Tewas di Kamar Terkunci di Jaktim, Leher Tersayat, Polisi Selidiki WNA Iran

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Forum ini menjadi panggung bagi Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan memperkuat posisi diplomasi di kancah global,” ujar Teddy.

Dengan pidato ini, Indonesia berpeluang menekankan agenda keadilan dan inklusivitas dalam tata kelola dunia, sekaligus memperkuat pengaruh diplomatik di PBB. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB