Polisi Pastikan Eko Purnomo dan Bima Tak Hilang Usai Demo Ricuh, Ternyata Merantau

Kamis, 18 September 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi pastikan Eko Purnomo dan Bima Permana Putra tidak hilang usai demo ricuh Jakarta, keduanya ditemukan sedang merantau. Dok-Humas PMJ

Polisi pastikan Eko Purnomo dan Bima Permana Putra tidak hilang usai demo ricuh Jakarta, keduanya ditemukan sedang merantau. Dok-Humas PMJ

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Misteri dugaan hilangnya massa usai demo ricuh di Jakarta akhir Agustus 2025 akhirnya terungkap. Polda Metro Jaya memastikan dua pria bernama Eko Purnomo dan Bima Permana Putra tidak hilang, melainkan sedang merantau untuk mencari nafkah.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan Eko memilih naik kapal menuju Kalimantan Tengah untuk bekerja sebagai penangkap ikan.

Saudara Eko ingin mandiri, mencari nafkah untuk kehidupannya. Jadi dia memutuskan ikut kapal nelayan,” kata Wira di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Eko Minta Maaf ke Ibunya

Baca Juga :  Pasca-Assad Tumbang: Mimpi Buruk Baru Hantui Pengungsi Suriah di Eropa

Sementara itu, Eko Purnomo menyampaikan permintaan maaf langsung di depan ibunya. Ia mengaku bersalah karena pergi tanpa pamit.

“Saya berterima kasih kepada Polda Metro Jaya yang sudah membantu ibu mencari saya. Kendalanya handphone mati, jadi saya enggak bisa kasih kabar,” tutur Eko.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bima Ditemukan di Malang

Tak hanya Eko, polisi juga menemukan Bima Permana Putra. Ia berada di kawasan Klenteng Eng An Kiong, Kota Lama, Malang, Rabu (17/9/2025) pukul 13.55 WIB.

Di sana, Bima bekerja sebagai pedagang mainan barongsai di depan kelenteng. “Bima juga merantau, pilih hidup mandiri dengan berdagang,” ungkap Wira.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Gelar Patroli Skala Besar Malam Ini, Cegah Kerusuhan dan Kerumunan Massa

Dengan temuan ini, polisi menegaskan isu orang hilang usai demo ricuh di Jakarta tidak benar. Keduanya memang sengaja pergi untuk bekerja.

Dua orang yang sempat dilaporkan hilang ternyata merantau untuk mencari nafkah. Jadi tidak ada keterkaitan dengan aksi unjuk rasa,” tegas Wira.

Kasus ini sekaligus menutup spekulasi publik soal adanya korban hilang. Polisi memastikan akan terus menelusuri laporan masyarakat dengan transparan agar tidak menimbulkan kabar bohong di tengah masyarakat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB