Polri Ajukan Red Notice Jurist Tan ke Interpol Lyon, Kasus Chromebook Rp3,7 Triliun

Senin, 15 September 2025 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jurist Tan, eks staf khusus Mendikbudristek era Nadiem Makarim, jadi buronan kasus korupsi Chromebook. Dok: Gerindra

Jurist Tan, eks staf khusus Mendikbudristek era Nadiem Makarim, jadi buronan kasus korupsi Chromebook. Dok: Gerindra

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri resmi mengajukan red notice terhadap Jurist Tan, mantan Staf Khusus Mendikbudristek Nadiem Makarim, ke Markas Besar Interpol di Lyon, Prancis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, Kejaksaan Agung sudah menahan Jurist Tan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, menegaskan bahwa pengajuan red notice dilakukan setelah Kejagung menyelesaikan gelar perkara dan melengkapi seluruh administrasi penyidikan.

“Dokumen sudah kami ajukan ke Interpol Lyon. Setelah asesmen selesai, Interpol Red Notice (IRN) segera terbit,” kata Untung, Senin (15/9/2025).

Baca Juga :  Kacamata Gender: Apa yang Terlewat dari Politik Global

Selanjutnya, Commission for the Control of Interpol’s Files (CCF) dan Notice and Diffusion Task Force (NDTF) akan melakukan asesmen. Jika dokumen memenuhi syarat, maka IRN untuk Jurist Tan akan diumumkan secara resmi dan menjadi dasar pencarian internasional.

Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa paspor Jurist Tan sudah dicabut sejak 4 Agustus 2025 atas permintaan Kejagung. Langkah tersebut bertujuan mencegah tersangka melarikan diri ke luar negeri.

Kasus dugaan korupsi pengadaan 1,3 juta unit Chromebook senilai Rp3,7 triliun di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diduga merugikan negara hingga Rp1,1 triliun. Jurist Tan disebut berperan dalam mengatur proyek dan memuluskan kontrak dengan sejumlah perusahaan penyedia.

Baca Juga :  Mahasiswi Tewas di Hotel Cengkareng, Polisi Ungkap Jejak Ekstasi dan Riklona

Kini, Kejagung sudah menahan beberapa pihak, termasuk pejabat Kemendikbudristek dan pihak swasta. Penyidikan terus berjalan untuk membongkar jaringan yang lebih luas dalam kasus besar ini.

“Penyidikan tidak berhenti pada satu orang saja. Semua pihak yang terlibat akan diproses hukum,” tegas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Minggu, 1 November 2026 - 20:15 WIB

Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil

Berita Terbaru