Polri Perketat Pengawasan Narkoba Jelang Nataru 2026, Sasar Tempat Hiburan dan Objek Wisata

Senin, 22 Desember 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengungkap sindikat narkoba DWP Bali 2025 dan menangkap puluhan tersangka. (Posnews/Ist)

Polisi mengungkap sindikat narkoba DWP Bali 2025 dan menangkap puluhan tersangka. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperketat pengawasan dan membentangkan operasi besar-besaran untuk membendung peredaran narkoba selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Aparat membidik langsung tempat hiburan, objek wisata, hingga pintu masuk negara.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan, jajarannya wajib meningkatkan pengawasan di seluruh titik rawan yang berpotensi dimanfaatkan sindikat narkoba.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jajaran narkoba saya perintahkan memperketat pengawasan dan mitigasi, khususnya di tempat hiburan, objek wisata, dan lokasi yang rawan dimanfaatkan jaringan narkoba,” tegas Eko.

Baca Juga :  Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang

Akhir Tahun, Narkoba Naik Kelas

Lebih lanjut, Eko mengungkap fakta panas: peredaran narkoba cenderung melonjak tajam setiap akhir tahun. Lonjakan ini dipicu meningkatnya pesta, hiburan malam, dan keramaian publik.

“Perayaan akhir tahun identik dengan pesta dan aktivitas hiburan malam. Ini menjadi pasar empuk narkoba rekreasi seperti ekstasi dan sabu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, libur panjang Nataru juga mendorong peningkatan konsumsi. Pengguna memanfaatkan waktu senggang tanpa rutinitas harian, sementara bandar dan pengedar bergerak agresif mengejar keuntungan.

Baca Juga :  Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

“Jaringan pengedar memanfaatkan momentum Nataru untuk meraup cuan besar sebelum dan selama perayaan,” beber Eko.

Sebagai langkah tegas, Polri mengintensifkan razia dan penindakan di titik-titik rawan narkoba.

Selain itu, aparat juga memperketat pengamanan di bandara, pelabuhan, dan jalur perlintasan internasional guna memutus suplai barang haram dari luar negeri.

Polri menegaskan tak akan memberi ruang sedikit pun bagi bandar dan pengedar. Nataru harus aman, pesta harus bersih, dan narkoba harus disikat habis.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB