Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Pagi dan Malam Berawan, Siang Cerah di Sejumlah Wilayah

Rabu, 20 Agustus 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langit cerah berawan di Jakarta sesuai prakiraan cuaca BMKG 26 September 2025. Dok-Istimewa

Langit cerah berawan di Jakarta sesuai prakiraan cuaca BMKG 26 September 2025. Dok-Istimewa

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jakarta pada Rabu (20/8/2025) didominasi kondisi berawan pada pagi dan malam hari. Sementara itu, siang hingga sore hari sejumlah wilayah akan cerah.

BMKG mencatat seluruh wilayah Jakarta pada pagi hari berpotensi berawan. Suhu udara diperkirakan berkisar 27–29 derajat Celcius dengan kelembapan 69–79 persen. Kecepatan angin relatif tenang, yakni 0,9–7,9 km/jam.

Siang Hari: Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu Cerah Berawan

Memasuki siang, sebagian besar Jakarta tetap berawan. Namun, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu diprakirakan cerah berawan. Suhu udara stabil di angka 28–29 derajat Celcius dengan kelembapan 68–73 persen. Adapun kecepatan angin rata-rata mencapai 1,7–6,4 km/jam.

Baca Juga :  Tiang Monorel Rasuna Said Dibongkar Hari Ini, Anggaran Rp100 Miliar Disiapkan

Sore Hari: Mayoritas Jakarta Cerah

Pada sore hari, hampir seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah. Hanya Jakarta Timur yang masih cerah berawan. Suhu udara berkisar 28–29 derajat Celcius dengan kelembapan 69–72 persen. Angin bergerak dengan kecepatan 2,6–9 km/jam.

Malam Hari: Berawan Merata di Jakarta

Ketika malam tiba, cuaca Jakarta kembali berawan. Suhu udara menurun ke 26–28 derajat Celcius, dengan kelembapan meningkat hingga 73–85 persen. Kecepatan angin tercatat 4,2–7,3 km/jam.

Baca Juga :  Polri Tegaskan Jajaran Wajib Lindungi Tugas Wartawan

Dini Hari Kamis: Cerah dan Lebih Dingin

BMKG juga memperkirakan pada Kamis (21/8/2025) dini hari, cuaca Jakarta akan cerah. Suhu udara turun di kisaran 24–26 derajat Celcius dengan kelembapan lebih tinggi, yakni 85–96 persen. Kecepatan angin cenderung rendah, hanya 0,7–6,2 km/jam. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB