JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak warga mengisi Ramadan 1447 H dengan kegiatan positif dan menolak aksi perang sarung serta Sahur On The Road (SOTR) yang memicu tawuran.
Ia menegaskan Pemprov DKI tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi menimbulkan keributan selama bulan suci.
Pramono Anung menekankan Ramadan 2026 harus menjadi momentum memperkuat ibadah, solidaritas, dan ketertiban sosial. โKita sambut bulan suci dengan hal-hal baik.
Jangan sampai energi anak-anak muda tersalurkan ke kegiatan negatif,โ tegasnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, jika masyarakat fokus pada kegiatan positif seperti tadarus, kajian, dan aksi sosial, potensi gesekan seperti perang sarung tidak akan terjadi.
Perang Sarung Berpotensi Bahaya
Fenomena perang sarung kerap muncul usai salat tarawih. Sekilas terlihat seperti permainan, namun praktiknya menyerupai tawuran.
Pelaku menggulung sarung untuk saling menyerang, bahkan sebagian mengisi gulungan dengan benda keras seperti batu. Aksi ini berisiko memicu luka serius dan gangguan kamtibmas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta bersama aparat akan memperketat pengawasan di titik-titik rawan selama Ramadan 1447 H.
SOTR Berujung Tawuran Akan Dilarang
Selain perang sarung, Pramono juga menyoroti kegiatan Sahur On The Road (SOTR). Ia menegaskan akan melarang SOTR yang berujung konvoi liar, kebut-kebutan, hingga tawuran.
โPokoknya yang menimbulkan kerawanan dan keributan tidak saya izinkan,โ ujarnya di Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Namun, ia membuka ruang bagi SOTR yang digelar secara positif, seperti membagikan makanan sahur kepada masyarakat tanpa mengganggu ketertiban umum.
Dengan langkah tegas ini, Pemprov DKI berharap Ramadan 1447 H di Jakarta berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan tanpa diwarnai aksi kekerasan remaja. (red)
Editor : Hadwan





















