GENEWA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva memperingatkan Presiden AS Donald Trump secara tegas hari Rabu kemarin. Sebab, Lula meminta pemimpin Amerika Serikat tersebut untuk tidak mengintervensi proses pemilihan umum pada Oktober mendatang.
Meskipun begitu, ia tetap mengakui hak pribadi Trump untuk memiliki preferensi politik tersendiri di Brazil saat ini.
Saling Sindir Dinamika Politik di KTT G7
Sementara itu, perselisihan ini memanas setelah Trump menyebut situasi politik di Brazil semakin kasar dan sangat berbahaya. Trump menilai para politisi lokal bermain sangat kasar selama masa kampanye politik berlangsung akhir-akhir ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Lula segera membalas komentar miring tersebut dengan menyindir balik ketatnya persaingan politik di Amerika Serikat. Kedua pemimpin negara tersebut saat ini sedang menghadiri hari terakhir pertemuan puncak KTT G7 di Swiss.
Persaingan Sengit Bersama Dinasti Bolsonaro
Untuk pemilu mendatang, Lula bersiap mencalonkan diri kembali guna mengamankan masa jabatan kepresidenan berikutnya. Penantang utama Lula dalam jajak pendapat saat ini adalah Senator Flavio Bolsonaro yang merupakan anak mantan presiden.
Selain itu, ayah Flavio, Jair Bolsonaro, kini menjalani hukuman tahanan rumah karena kasus upaya kudeta militer tahun lalu. Trump juga sempat menggelar pertemuan khusus dengan Senator Flavio di Amerika Serikat bulan lalu. Pertemuan tersebut berlangsung hangat hanya beberapa pekan setelah Trump menemui Presiden Lula secara resmi.
Masalah Hukum Baru dan Reaksi Keras AS
Namun, masalah hukum baru kini menjerat saudara laki-laki Flavio, Eduardo Bolsonaro, di pengadilan tinggi Brazil. Hakim memvonis Eduardo bersalah karena mencoba meminta bantuan intervensi dari administrasi Trump dalam persidangan ayahnya.
Akibatnya, vonis bersalah ini langsung memicu reaksi keras dan kritik tajam dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Juru bicara pemerintah AS menilai keputusan pengadilan tersebut murni merupakan bentuk persekusi politik terhadap kelompok oposisi. Oleh karena itu, ia mendesak agar penyelesaian sengketa politik berjalan melalui jalur pemilu yang demokratis dan adil.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












