TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Indonesia memperluas peluang ekspor ke Yunani, Rusia, dan Myanmar.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri membahas peluang bisnis dan hambatan perdagangan dalam pertemuan bilateral di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan tersebut membahas potensi ekspor produk Indonesia, penguatan hubungan antarpelaku usaha, serta penyelesaian kendala perdagangan yang dihadapi perusahaan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertemuan dengan ketiga negara tersebut mencerminkan upaya Kementerian Perdagangan untuk memperluas jaringan perdagangan Indonesia di pasar internasional,” ujar Roro.
Yunani Berpeluang Menyerap Produk Indonesia
Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Harry Theoharis, Roro menjajaki peluang ekspor makanan dan minuman, hasil pertanian, furnitur, kerajinan, serta produk manufaktur.
Kementerian Perdagangan mencatat, total perdagangan Indonesia–Yunani mencapai US$341,3 juta pada 2025.
Ekspor Indonesia mencapai US$291,4 juta, terutama berupa minyak kelapa sawit, kertas tisu, kertas cetak dan tulis, moluska, serta margarin.
Roro mendorong eksportir memanfaatkan TEI untuk bertemu calon pembeli dan menindaklanjuti peluang bisnis. Pelaku usaha juga perlu memenuhi standar mutu, sertifikasi, harga, dan kepastian pasokan.
Theoharis turut menyambut baik rencana penandatanganan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia–EU CEPA), yang diharapkan memperluas peluang perdagangan dengan negara-negara Uni Eropa.
Rusia Minati Produk Pangan Indonesia
Roro juga bertemu Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia A.V. Gruzdev untuk membahas perundingan perjanjian perdagangan bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (Indonesia–EAEU FTA).
Kedua pihak turut membicarakan kerja sama ritel, logistik, sistem pembayaran, teknologi digital, serta upaya mengatasi hambatan ekspor-impor.
Peluang bisnis muncul dari minat X5 Retail Group, perusahaan ritel Rusia, terhadap produk Indonesia. Perwakilan perusahaan, A.B. Dryakin, menjajaki potensi pasokan makanan olahan, mi, buah-buahan, dan produk perikanan.
Indonesia juga meminta perhatian terhadap persyaratan inspeksi dan sertifikasi produk perikanan di Rusia. Koordinasi teknis diperlukan agar eksportir memahami ketentuan akses pasar.
Myanmar Bahas Karet dan Produk Pertanian
Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan Myanmar U Minn Minn, Roro membahas peluang perdagangan karet, produk pertanian, dan kerja sama industri.
Kedua negara juga menyoroti Indonesia Expo 2026 di Yangon pada 30–31 Oktober 2026 untuk mempromosikan produk Indonesia dan mempertemukan pelaku usaha.
Myanmar menyampaikan peluang perdagangan beras khusus, kacang-kacangan termasuk kacang hijau, serta produk pertanian bernilai tambah.
Namun, Roro menegaskan bahwa penjajakan tersebut harus tetap memperhatikan kebijakan ketahanan pangan dan swasembada Indonesia.
Selain itu, Indonesia mengangkat kendala perizinan impor di Myanmar yang memengaruhi pasokan bahan baku, suku cadang, peralatan, dan bahan kemasan bagi perusahaan nasional.
Minn menyatakan kesediaannya membantu koordinasi dengan instansi terkait, termasuk melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon.
Kedua pihak juga menjajaki pertukaran pengetahuan mengenai perlindungan konsumen dan persaingan usaha.
TEI Ditargetkan Hasilkan Transaksi US$17,5 Miliar
Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan bahwa perluasan ekspor membutuhkan lebih dari sekadar promosi.
Eksportir juga perlu memahami kebutuhan pembeli, memenuhi standar negara tujuan, dan memastikan pasokan tetap terjaga.
TEI ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 dengan tema The Ultimate Hub for Global Sourcing. Pemerintah menargetkan transaksi mencapai US$17,5 miliar.
Kementerian Perdagangan menyiapkan penjajakan bisnis sebelum pameran, fasilitasi transaksi selama kegiatan, serta pemantauan kontrak setelah pameran.
Karena itu, eksportir Indonesia perlu menindaklanjuti setiap peluang dengan menjaga kualitas produk, menawarkan harga kompetitif, dan membangun kepercayaan pembeli agar penjajakan berujung pada transaksi nyata. **
Editor : Hadwan













