Puluhan Negara Dukung Latihan Militer China di Taiwan

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Gelombang dukungan diplomatik mengalir ke Beijing. Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan bahwa beberapa lusin negara telah menyatakan dukungan dalam berbagai bentuk terhadap tindakan China di kawasan Taiwan, Rabu (24/12/2025).

Dukungan ini muncul tepat setelah Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar pulau Taiwan. Lantas, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, memberikan apresiasi tinggi atas solidaritas tersebut dalam konferensi pers rutin.

Negara-negara yang secara terbuka menyuarakan dukungan antara lain Rusia, Kuba, Serbia, Venezuela, Zimbabwe, dan Pakistan. Intinya, mereka menegaskan kembali komitmen terhadap prinsip satu-China.

“Mereka menentang campur tangan eksternal dalam urusan dalam negeri China dan mendukung upaya China untuk membela kedaulatan nasional serta integritas wilayahnya,” jelas Lin.

Penolakan Mutlak “Kemerdekaan Taiwan”

Pesan dari negara-negara sahabat China tersebut sangat spesifik. Mereka mencatat bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China. Oleh karena itu, masalah Taiwan adalah urusan internal China semata.

“Kemerdekaan Taiwan dalam bentuk apa pun harus ditolak,” tegas Lin mengutip posisi negara-negara tersebut.

Baca Juga :  Kos di Jatiwaringin Digerebek, Polda Metro Amankan 2 Pengedar dan 1 Kg Sabu Siap Edar

Merespons hal ini, Beijing kembali menegaskan tekad bajanya. Lin menyatakan China tidak akan pernah goyah dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“China tidak akan pernah goyah dalam tekadnya untuk mencegah kekuatan separatis ‘kemerdekaan Taiwan’ berkolusi dengan kekuatan eksternal dan mendestabilisasi Selat Taiwan,” peringatnya.

Bahkan, Lin memberikan ultimatum kepada pihak mana pun yang mencoba melewati batas atau melakukan provokasi. China siap memberikan respons tegas, dan segala upaya menahan reunifikasi China dipastikan akan gagal.

Implikasi: Polarisasi Tajam di Asia Pasifik

Dukungan blok negara ini terhadap manuver militer China membawa implikasi serius bagi stabilitas keamanan di Asia Pasifik. Berikut adalah analisis dampaknya:

  1. Pembentukan Blok Kekuatan Rival: Dukungan terbuka dari Rusia, Pakistan, dan sekutu lainnya mempertegas garis demarkasi geopolitik. Kini, Asia Pasifik semakin terpolarisasi menjadi dua kubu: blok pimpinan AS-Jepang yang mendukung status quo Taiwan, dan blok pimpinan China-Rusia yang mendukung reunifikasi. Polarisasi ini meningkatkan risiko konflik proksi di masa depan.
  2. Normalisasi Latihan Militer: Dukungan internasional ini memberikan legitimasi politik bagi Beijing. Akibatnya, latihan militer skala besar di sekitar Taiwan berpotensi menjadi “normal baru”. Hal ini akan terus menekan ruang gerak Taiwan dan menguji kesabaran militer AS serta sekutunya di kawasan.
  3. Dilema Keamanan ASEAN: Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) akan menghadapi tekanan yang semakin berat untuk memilih pihak. Meskipun ASEAN berusaha netral, eskalasi militer di utara akan mengganggu jalur perdagangan laut vital yang menopang ekonomi kawasan.
  4. Risiko Salah Perhitungan (Miscalculation): Dengan semakin banyaknya aktor militer yang terlibat dan retorika yang kian tajam, risiko insiden tak sengaja di laut atau udara meningkat drastis. Sebuah kesalahan kecil dalam manuver militer bisa memicu eskalasi konflik yang tidak terkendali, menyeret kekuatan nuklir ke dalam konfrontasi langsung.
Baca Juga :  Suami di Bangka Jual Istri Demi Judi Online, Polisi Tetapkan Tersangka

Pada akhirnya, solidaritas yang ditunjukkan kepada China menegaskan bahwa isu Taiwan bukan lagi sekadar sengketa lokal, melainkan titik api utama dalam persaingan tatanan dunia baru.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB