Putin Tawarkan Mediasi Iran-Teluk Guna Redam Eskalasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi tingkat tinggi di Kremlin. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin menyepakati kontrak energi jangka panjang dan penguatan posisi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS di tengah ketidakpastian geopolitik global 2026. Dok: Istimewa.

Diplomasi tingkat tinggi di Kremlin. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin menyepakati kontrak energi jangka panjang dan penguatan posisi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS di tengah ketidakpastian geopolitik global 2026. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Rusia berupaya keras memposisikan diri sebagai pilar stabilitas di Timur Tengah. Presiden Vladimir Putin secara resmi menawarkan hubungan strategisnya dengan Iran sebagai jembatan diplomatik bagi negara-negara Teluk guna menghindari perang regional terbuka.

Dalam rangkaian pembicaraan telepon sepanjang Senin kemarin, Putin berkomunikasi langsung dengan para pemimpin dari UEA, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar. Kremlin melabeli serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan “agresi yang tidak beralasan” yang mengancam ketertiban internasional.

Penawaran Mediasi dan Kekhawatiran Teluk

Negara-negara Teluk, yang mayoritas merupakan sekutu dekat Amerika Serikat, kini berada dalam posisi sulit akibat hujan drone dan rudal balistik Iran. Dalam percakapan dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Putin menawarkan diri untuk bertindak sebagai penyalur pesan (conduit).

Oleh karena itu, Moskow siap menyampaikan keluhan resmi UEA terkait serangan di wilayah mereka langsung ke pimpinan tertinggi di Teheran. “Kedua belah pihak menekankan perlunya gencatan senjata segera dan kembali ke proses politik serta diplomatik,” tulis pernyataan resmi Kremlin. Hal serupa Putin sampaikan kepada Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, di mana Rusia menyatakan kesiapan penuh untuk menstabilkan kawasan.

Baca Juga :  China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam

Strategi “Multilateral” dan Kemitraan Iran

Bagi Moskow, kemitraan strategis dengan Iran adalah kunci untuk mempertahankan pengaruh di Timur Tengah. Pengaruh Rusia di kawasan tersebut sempat merosot setelah jatuhnya sekutu utama mereka, Bashar al-Assad, di Suriah pada tahun lalu.

Selain itu, Rusia menghadapi dilema kepentingan. Di satu sisi, Moskow diuntungkan oleh lonjakan harga minyak akibat konflik. Namun demikian, perang udara AS-Israel bertentangan dengan ambisi Rusia untuk menciptakan tatanan dunia multilateral di mana Amerika Serikat tidak mendominasi secara tunggal. “Kami tetap menjalin kontak konstan dengan kepemimpinan Iran guna memantau perkembangan situasi,” tegas juru bicara Kremlin.

Menjaga Momentum Negosiasi Ukraina

Meskipun melontarkan kritik pedas terhadap Washington, Putin tampak sangat berhati-hati agar tidak merusak hubungannya dengan Presiden Donald Trump secara permanen. Hal ini berkaitan erat dengan proses perundingan damai Ukraina yang sedang berlangsung.

Baca Juga :  Wajah Baru Jakarta, Relokasi Pedagang Barito ke Sentra Fauna Lenteng Agung

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, Moskow melihat adanya peluang penyelesaian konflik di Eropa Timur melalui mediasi Washington. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia sangat berkepentingan agar negosiasi mengenai Ukraina tetap berlanjut meskipun terjadi gesekan di Timur Tengah. “Kami memiliki kepentingan sendiri yang harus dilindungi, dan melanjutkan negosiasi (Ukraina) adalah bagian dari kepentingan itu,” ujar Peskov.

Pada akhirnya, diplomasi telepon Putin menunjukkan bahwa Rusia sedang mencoba memainkan peran sebagai “penyeimbang yang rasional”. Dunia kini menanti apakah tawaran mediasi dari Moskow mampu meredam sumpah balas dendam Teheran sebelum krisis ini terperosok ke dalam jurang eskalasi yang tak terkendali di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Vietnam U-17: Wajib Menang atau Tersingkir
KPK Bongkar Masalah MBG, Tata Kelola Lemah hingga Potensi Korupsi
Update Cuaca Indonesia 18 April 2026: Jakarta, Bekasi, hingga Surabaya Berpotensi Hujan
Skandal Napi Ngopi di Kendari, Pejabat Rutan Dicopot
Berkas Kasus Ijazah Jokowi Dikirim ke Kejati, 5 Tersangka Lanjut Proses Hukum
Serbu Promo Ancol, Masuk Cuma Rp120 Ribu per Mobil Tanpa Batas Penumpang
Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habis 3 Jam untuk Judi Online
Starmer Tegur Raksasa Teknologi: Situasi Ini Tidak Boleh Berlanjut Demi Keamanan Anak

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:21 WIB

Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Vietnam U-17: Wajib Menang atau Tersingkir

Sabtu, 18 April 2026 - 06:55 WIB

KPK Bongkar Masalah MBG, Tata Kelola Lemah hingga Potensi Korupsi

Sabtu, 18 April 2026 - 06:44 WIB

Update Cuaca Indonesia 18 April 2026: Jakarta, Bekasi, hingga Surabaya Berpotensi Hujan

Jumat, 17 April 2026 - 20:32 WIB

Skandal Napi Ngopi di Kendari, Pejabat Rutan Dicopot

Jumat, 17 April 2026 - 20:04 WIB

Berkas Kasus Ijazah Jokowi Dikirim ke Kejati, 5 Tersangka Lanjut Proses Hukum

Berita Terbaru

Kepala Rutan Kendari Diperiksa, Imbas Video Napi Ngopi. (Posnews/Ist)

HUKRIM

Skandal Napi Ngopi di Kendari, Pejabat Rutan Dicopot

Jumat, 17 Apr 2026 - 20:32 WIB