Rutan Kotabumi Diguncang Skandal Love Scamming, Polisi Selidiki Keterlibatan Petugas

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Imipas Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

Menteri Imipas Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID — Skandal dugaan penipuan online atau love scamming dari dalam Rutan Kelas IIB Kotabumi terbongkar.

Sebanyak 145 narapidana kini diproses pidana setelah polisi menerima laporan dari tim intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kasus ini mencuat setelah petugas menemukan dugaan praktik penipuan asmara daring yang dikendalikan napi dari balik jeruji besi menggunakan ratusan ponsel ilegal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto langsung mempertanyakan lemahnya pengawasan di lapas dan rutan.

“Pertanyaan saya sederhana, kenapa handphone bisa masuk?” tegas Agus dalam konferensi pers, Senin (11/5/2026).

Ratusan HP Ilegal Diduga Masuk Lewat Oknum

Agus menegaskan kebijakan Zero Halinar atau larangan handphone, pungli, dan narkoba sebenarnya terus diterapkan di seluruh lapas dan rutan di Indonesia.

Baca Juga :  Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan

Bahkan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah menyediakan fasilitas wartel khusus agar warga binaan tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga secara legal.

Namun, temuan ratusan ponsel di dalam rutan justru memicu dugaan keterlibatan oknum internal.

“Kalau masih ada peredaran HP di dalam, tentu ada dugaan keterlibatan petugas,” ujarnya.

Menteri Minta Polisi Bongkar Semua Pelaku

Agus meminta Polda Lampung mengusut kasus ini hingga tuntas tanpa pandang bulu.

Ia menegaskan siapa pun yang terlibat, termasuk pejabat lapas hingga kepala wilayah, harus diproses hukum jika terbukti bersalah.

“Kalau ada pegawai saya terlibat, proses saja. Kalau sampai level atas terlibat, ungkap semuanya,” katanya.

Baca Juga :  Pelantikan Kajati dan Pejabat Eselon II, Fokus Integritas dan Transformasi Digital

Modus Love Scamming Jadi Sorotan

Dalam praktik love scamming, pelaku biasanya menyamar di media sosial, membangun hubungan emosional dengan korban, lalu menipu untuk mendapatkan uang.

Polisi kini masih mendalami jaringan, aliran dana, serta kemungkinan adanya korban di berbagai daerah.

Agus memastikan kementeriannya tidak akan menutupi kasus tersebut dan justru ingin membersihkan sistem pemasyarakatan dari praktik ilegal.

“Kalau kami mau menutupi, dari awal kami tidak akan melaporkan temuan ini ke polisi,” tegasnya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pengawasan lapas di Indonesia sekaligus membuka dugaan praktik kejahatan digital yang dikendalikan dari balik penjara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB