KYIV, POSNEWS.CO.ID – Harapan publik internasional untuk melihat perpanjangan jeda tempur di Eropa Timur resmi kandas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa militer Ukraina kini sedang bersiap menghadapi serangan baru dari pasukan Rusia setelah masa gencatan senjata berakhir pada Senin (11/5/2026).
Pernyataan Zelenskyy ini muncul sebagai respons atas kegagalan gencatan senjata tiga hari yang semula dirancang untuk memperingati Hari Kemenangan. “Hari ini tidak ada kesunyian di garis depan. Aksi pertempuran terus berlanjut,” ujar Zelenskyy dalam pidato video malamnya. Ia menegaskan bahwa perdamaian harus tetap diupayakan meski Rusia menunjukkan niat untuk terus melanjutkan agresi.
Kontradiksi Retorika: Putin vs Realitas Lapangan
Dinamika ini menjadi sangat kontradiktif setelah Presiden Vladimir Putin memberikan sinyal positif pada hari Sabtu. Setelah parade Hari Kemenangan, Putin menyebut bahwa perang di Ukraina tampaknya sedang menuju garis akhir.
Meskipun demikian, Zelenskyy melaporkan fakta yang berbeda di garis depan sepanjang 1.200 kilometer. Ia mengeklaim bahwa meskipun Moskow menahan diri dari serangan udara besar-besaran, pasukan Rusia tetap melancarkan serangan darat di titik-titik strategis tempat mereka terus berupaya merangsek maju. Militer Ukraina pun merespons serangan tersebut guna mempertahankan posisi mereka.
Penolakan Keras Uni Eropa terhadap Gerhard Schroeder
Di level diplomasi, ketegangan baru muncul terkait figur mediator. Putin menyatakan kesediaan untuk menegosiasikan pengaturan keamanan baru bagi Eropa dengan syarat melibatkan mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schroeder, sebagai mitra pilihannya.
Namun, usulan tersebut segera membentur tembok penolakan di Brussels. Para menteri luar negeri Eropa yang bertemu pada hari Senin menolak mentah-mentah keterlibatan Schroeder. Uni Eropa menganggap hubungan dekat Schroeder dengan Putin dan peran masa lalunya di perusahaan energi milik negara Rusia membuat integritasnya sebagai mediator tidak dapat diterima.
Statistik Pelanggaran dan Korban Jiwa
Periode gencatan senjata yang berlangsung sejak Jumat lalu justru diwarnai oleh angka pelanggaran yang fantastis dari kedua belah pihak:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Klaim Rusia: Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan telah mencatat 23.802 pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Ukraina. Rusia mengeklaim hanya melepaskan tembakan sebagai balasan.
- Laporan Ukraina: Staf Umum Militer Ukraina mencatat 180 bentrokan di medan perang dalam 24 jam terakhir. Mereka juga melaporkan 38 serangan baru Rusia terhadap posisi Ukraina pada Senin sore.
Kekerasan ini mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil. Serangan Ukraina di wilayah Belgorod, Rusia Selatan, menewaskan satu orang. Sementara itu, gubernur regional di Ukraina melaporkan sedikitnya tiga warga sipil tewas di wilayah Zaporizhzhia dan Kherson akibat serangan artileri Rusia.
Menuju Fase Perang yang Lebih Intens?
Berakhirnya masa jeda ini menandai kegagalan upaya awal diplomasi pemerintahan Trump dalam menciptakan stabilitas permanen di Ukraina. Singkatnya, kedua belah pihak kini kembali ke posisi tempur penuh di tengah skeptisisme global terhadap prospek perdamaian jangka pendek.
Masyarakat internasional kini memantau pergerakan pasukan Rusia di wilayah timur. Dengan berakhirnya peringatan Hari Kemenangan, kekhawatiran akan terjadinya kampanye serangan udara besar-besaran kembali meningkat di tahun 2026 yang penuh gejolak ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












