Zelenskyy Peringatkan Serangan Baru Saat Putin Klaim Perang

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harapan damai yang memudar. Gencatan senjata tiga hari yang dimediasi Amerika Serikat resmi berakhir dengan saling tuding pelanggaran, sementara Ukraina bersiap menghadapi gelombang serangan baru meski Rusia memberikan sinyal pengakhiran konflik. Dok: Istimewa.

Harapan damai yang memudar. Gencatan senjata tiga hari yang dimediasi Amerika Serikat resmi berakhir dengan saling tuding pelanggaran, sementara Ukraina bersiap menghadapi gelombang serangan baru meski Rusia memberikan sinyal pengakhiran konflik. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Harapan publik internasional untuk melihat perpanjangan jeda tempur di Eropa Timur resmi kandas. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa militer Ukraina kini sedang bersiap menghadapi serangan baru dari pasukan Rusia setelah masa gencatan senjata berakhir pada Senin (11/5/2026).

Pernyataan Zelenskyy ini muncul sebagai respons atas kegagalan gencatan senjata tiga hari yang semula dirancang untuk memperingati Hari Kemenangan. “Hari ini tidak ada kesunyian di garis depan. Aksi pertempuran terus berlanjut,” ujar Zelenskyy dalam pidato video malamnya. Ia menegaskan bahwa perdamaian harus tetap diupayakan meski Rusia menunjukkan niat untuk terus melanjutkan agresi.

Kontradiksi Retorika: Putin vs Realitas Lapangan

Dinamika ini menjadi sangat kontradiktif setelah Presiden Vladimir Putin memberikan sinyal positif pada hari Sabtu. Setelah parade Hari Kemenangan, Putin menyebut bahwa perang di Ukraina tampaknya sedang menuju garis akhir.

Meskipun demikian, Zelenskyy melaporkan fakta yang berbeda di garis depan sepanjang 1.200 kilometer. Ia mengeklaim bahwa meskipun Moskow menahan diri dari serangan udara besar-besaran, pasukan Rusia tetap melancarkan serangan darat di titik-titik strategis tempat mereka terus berupaya merangsek maju. Militer Ukraina pun merespons serangan tersebut guna mempertahankan posisi mereka.

Baca Juga :  Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Penolakan Keras Uni Eropa terhadap Gerhard Schroeder

Di level diplomasi, ketegangan baru muncul terkait figur mediator. Putin menyatakan kesediaan untuk menegosiasikan pengaturan keamanan baru bagi Eropa dengan syarat melibatkan mantan Kanselir Jerman, Gerhard Schroeder, sebagai mitra pilihannya.

Namun, usulan tersebut segera membentur tembok penolakan di Brussels. Para menteri luar negeri Eropa yang bertemu pada hari Senin menolak mentah-mentah keterlibatan Schroeder. Uni Eropa menganggap hubungan dekat Schroeder dengan Putin dan peran masa lalunya di perusahaan energi milik negara Rusia membuat integritasnya sebagai mediator tidak dapat diterima.

Statistik Pelanggaran dan Korban Jiwa

Periode gencatan senjata yang berlangsung sejak Jumat lalu justru diwarnai oleh angka pelanggaran yang fantastis dari kedua belah pihak:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Klaim Rusia: Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan telah mencatat 23.802 pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Ukraina. Rusia mengeklaim hanya melepaskan tembakan sebagai balasan.
  • Laporan Ukraina: Staf Umum Militer Ukraina mencatat 180 bentrokan di medan perang dalam 24 jam terakhir. Mereka juga melaporkan 38 serangan baru Rusia terhadap posisi Ukraina pada Senin sore.
Baca Juga :  Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi

Kekerasan ini mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil. Serangan Ukraina di wilayah Belgorod, Rusia Selatan, menewaskan satu orang. Sementara itu, gubernur regional di Ukraina melaporkan sedikitnya tiga warga sipil tewas di wilayah Zaporizhzhia dan Kherson akibat serangan artileri Rusia.

Menuju Fase Perang yang Lebih Intens?

Berakhirnya masa jeda ini menandai kegagalan upaya awal diplomasi pemerintahan Trump dalam menciptakan stabilitas permanen di Ukraina. Singkatnya, kedua belah pihak kini kembali ke posisi tempur penuh di tengah skeptisisme global terhadap prospek perdamaian jangka pendek.

Masyarakat internasional kini memantau pergerakan pasukan Rusia di wilayah timur. Dengan berakhirnya peringatan Hari Kemenangan, kekhawatiran akan terjadinya kampanye serangan udara besar-besaran kembali meningkat di tahun 2026 yang penuh gejolak ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demokrat Berjuang Pulihkan Dapil Virginia di Mahkamah Agung
Mobil SPPG Tabrak 2 Pedagang di Bekasi Timur, Satu Korban Luka Parah
Uni Eropa: Sanksi Resmi bagi Pemimpin Hamas
Penyekapan Anak di Bandung Digagalkan, Pelaku Diduga Ancam Bakar Rumah
Polri Tambah 430 Kendaraan Operasional, Kapolri Pastikan Personel Lebih Siap di Lapangan
Trump dan Xi Jinping Bertemu di Beijing Bahas Krisis Iran
Dudung Bongkar Kondisi Dapur MBG di Jakarta Barat, Ada Belatung hingga Area Jorok
Restoran Menunggak Pajak di Kelapa Dua Tangerang Ditertibkan Bapenda

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:45 WIB

Demokrat Berjuang Pulihkan Dapil Virginia di Mahkamah Agung

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:18 WIB

Mobil SPPG Tabrak 2 Pedagang di Bekasi Timur, Satu Korban Luka Parah

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:45 WIB

Uni Eropa: Sanksi Resmi bagi Pemimpin Hamas

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:09 WIB

Penyekapan Anak di Bandung Digagalkan, Pelaku Diduga Ancam Bakar Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:49 WIB

Zelenskyy Peringatkan Serangan Baru Saat Putin Klaim Perang

Berita Terbaru

Partai Demokrat mengajukan banding ke Mahkamah Agung Amerika Serikat guna memulihkan peta daerah pemilihan Virginia yang baru saja dibatalkan. Dok: (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

INTERNASIONAL

Demokrat Berjuang Pulihkan Dapil Virginia di Mahkamah Agung

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:45 WIB

Ilustrasi, Brussels mengambil tindakan. Uni Eropa secara bulat menyepakati sanksi terhadap petinggi Hamas dan tokoh kunci gerakan pemukim Israel guna meredam eskalasi kekerasan di Gaza dan Tepi Barat yang kian memprihatinkan di tahun 2026. Dok: Sky News.

INTERNASIONAL

Uni Eropa: Sanksi Resmi bagi Pemimpin Hamas

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:45 WIB

Harapan damai yang memudar. Gencatan senjata tiga hari yang dimediasi Amerika Serikat resmi berakhir dengan saling tuding pelanggaran, sementara Ukraina bersiap menghadapi gelombang serangan baru meski Rusia memberikan sinyal pengakhiran konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Peringatkan Serangan Baru Saat Putin Klaim Perang

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:49 WIB