Korban Bullying Nekat Bawa Bom Rakitan ke Sekolah, Ini Kata Menteri HAM

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

PADANG, POSNEWS.CO.ID – Kasus pelajar berinisial R (17) yang membawa lalu meledakkan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, memicu sorotan serius terhadap maraknya perundungan di lingkungan pendidikan.

Polisi mengungkapkan, aksi nekat itu dipicu tekanan psikologis setelah R diduga lama menjadi korban bullying oleh teman-temannya.

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan perundungan bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan kejahatan yang harus dihentikan secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bullying adalah kejahatan yang harus dieliminasi. Saya sejak dulu konsisten menolak segala bentuk perundungan,” tegas Pigai di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Bullying Harus Dilawan Bersama

Pigai menilai pemberantasan bullying tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas harus bergerak bersama menghentikan setiap bentuk perundungan.

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Tekankan Sikap Humanis saat Amankan Demo Buruh

Ia menekankan siapa pun yang menyaksikan aksi bullying harus berani menegur dan mencegahnya sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Soroti Bullying di Media Sosial

Selain perundungan secara langsung, Pigai juga mengkritik maraknya kekerasan verbal di media sosial. Ia mempertanyakan efektivitas lembaga yang memiliki kewenangan mengawasi ruang digital.

Menurutnya, ujaran kebencian, penghinaan, hingga kekerasan verbal sebenarnya dapat dibatasi melalui sistem pengawasan yang lebih optimal.

Pigai bahkan mengaku pernah menjadi korban perundungan bernuansa rasial meski berstatus sebagai pejabat negara.

“Kalau saya saja masih menjadi korban rasisme, bagaimana dengan masyarakat biasa?” ujarnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan bullying, termasuk mendorong platform digital menciptakan ruang media sosial yang lebih aman dan beretika.

Polisi: Pelaku Mengalami Tekanan Psikologis

Peristiwa tersebut terjadi di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Hujan Petir dan Angin Kencang

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka mengatakan benda yang diduga bom rakitan pertama kali ditemukan petugas keamanan sekolah sebelum akhirnya meledak.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Susmelawati Rosya membenarkan R diduga nekat melakukan aksinya karena mengalami tekanan psikologis akibat sering menjadi sasaran ejekan teman-temannya.

“Benar, yang bersangkutan merupakan korban bullying. Ia mengalami tekanan psikologis karena kerap menjadi objek ejekan teman-temannya,” kata Susmelawati.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perundungan dapat memicu dampak psikologis yang serius.

Karena itu, pencegahan bullying harus menjadi tanggung jawab bersama agar lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan
Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Berita Terbaru

ASUS meluncurkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT edisi spesial Onimusha. Simak spesifikasi RDNA 4, desain Oni Gauntlet. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

ASUS Rilis Kartu Grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT

Sabtu, 31 Okt 2026 - 15:50 WIB