Selandia Baru: Migran Wajib Lulus Tes Kewarganegaraan Mulai 2027

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Standar baru integrasi. Pemerintah Selandia Baru akan mewajibkan tes pengetahuan formal bagi calon warga negara mulai tahun 2027, mencakup pemahaman mendalam tentang prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan struktur pemerintahan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Standar baru integrasi. Pemerintah Selandia Baru akan mewajibkan tes pengetahuan formal bagi calon warga negara mulai tahun 2027, mencakup pemahaman mendalam tentang prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan struktur pemerintahan. Dok: Istimewa.

WELLINGTON, POSNEWS.CO.ID – Migran yang ingin menjadi warga negara Selandia Baru akan menghadapi persyaratan yang lebih ketat di masa depan. Otoritas setempat secara resmi memperkenalkan ujian pengetahuan negara yang wajib bagi setiap pemohon kewarganegaraan mulai tahun 2027 mendatang.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat integrasi sosial dan memastikan bahwa warga negara baru memiliki pemahaman yang cukup mengenai identitas nasional. Saat ini, para pelamar hanya perlu menandatangani deklarasi yang menyatakan bahwa mereka memahami tanggung jawab sebagai warga negara.

Format dan Materi Ujian: 20 Pertanyaan Pilihan Ganda

Menteri Urusan Internal, Brooke van Velden, merinci bahwa tes tersebut akan dilakukan secara langsung atau in person. Peserta harus menjawab 20 pertanyaan pilihan ganda yang disajikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk dinyatakan lulus, pemohon wajib menjawab setidaknya 15 pertanyaan dengan benar. Materi ujian mencakup spektrum luas mengenai kehidupan bernegara di Selandia Baru, antara lain:

  • Undang-Undang Hak Asasi Manusia (Bill of Rights Act).
  • Prinsip-prinsip demokrasi dan struktur pemerintahan.
  • Hak suara dalam pemilihan umum.
  • Pengetahuan mengenai pelanggaran pidana tertentu.
  • Aturan perjalanan internasional menuju dan dari Selandia Baru.
Baca Juga :  Presiden Lula dan Trump Bahas Kartel Kriminal hingga Mineral

Memastikan Pemahaman Hak dan Tanggung Jawab

Menteri Brooke van Velden menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai dasar sangatlah krusial bagi keharmonisan masyarakat. Menurutnya, calon warga negara harus mengerti bahwa masyarakat Selandia Baru menjunjung tinggi hak-hak tertentu, seperti kebebasan berbicara.

“Tes ini memastikan masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tanggung jawab dan hak istimewa mereka sebelum menerima kewarganegaraan melalui pemberian hibah,” ujar van Velden dalam pernyataan resminya pada hari Rabu. Selain itu, kebijakan ini menegaskan prinsip bahwa tidak ada satu pun individu atau kelompok yang berada di atas hukum.

Implementasi pada Paruh Kedua 2027

Saat ini, Departemen Urusan Internal sedang mengolah detail teknis lebih lanjut mengenai bank soal dan infrastruktur ujian. Pemerintah menargetkan peraturan ini mulai menjadi persyaratan wajib bagi seluruh pemohon kewarganegaraan pada paruh kedua tahun 2027.

Baca Juga :  Pengungsi Afghanistan di Qatar Tolak Relokasi ke Kongo

Oleh karena itu, para calon migran memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sebelum aturan ini berlaku sepenuhnya. Meskipun demikian, kebijakan ini juga memicu diskusi mengenai aksesibilitas tes bagi mereka yang memiliki keterbatasan kemampuan bahasa Inggris atau latar belakang pendidikan tertentu.

Perubahan kebijakan ini menempatkan Selandia Baru sejajar dengan negara-negara lain seperti Australia dan Amerika Serikat yang telah lama menerapkan tes pengetahuan serupa. Singkatnya, kepemilikan paspor Selandia Baru di masa depan bukan sekadar soal administratif, melainkan bukti pemahaman mendalam terhadap kontrak sosial negara tersebut.

Dengan demikian, masyarakat internasional terus memantau bagaimana kebijakan ini akan memengaruhi angka naturalisasi migran di kawasan Pasifik. Di tahun 2026 yang penuh gejolak perpindahan penduduk ini, pengetatan kriteria kewarganegaraan menjadi strategi kunci bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas dan identitas nasional jangka panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab
Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump
Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai
Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech
Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi
BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026
Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:53 WIB

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:49 WIB

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:44 WIB

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:28 WIB

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:42 WIB

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Berita Terbaru

Klaim sabotase di Washington. Presiden Donald Trump menuduh perusak merusak lapisan cat baru Reflecting Pool yang kini mengelupas dan berlumut hijau. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Tuding Aksi Vandalisme sebagai Penyebab

Minggu, 21 Jun 2026 - 21:53 WIB

Keretakan aliansi sayap kanan. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam keras klaim sepihak Donald Trump mengenai foto bersama di KTT G7 Evian. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Pecah Kongsi G7: Giorgia Meloni Sebut Serangan Donald Trump

Minggu, 21 Jun 2026 - 20:49 WIB

Terobosan di meja perundingan. Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara guna mengakhiri perang dan memulihkan ekonomi dunia. Dok: REUTERS/Stringer

INTERNASIONAL

Babak Baru di Jenewa: AS dan Iran Memulai Perundingan Damai

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:44 WIB

Kebangkitan robotika Eropa. Berbagai startup Eropa memamerkan inovasi robot humanoid di pameran Vivatech guna mengurangi ketergantungan pada dominasi manufaktur Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Perusahaan Eropa Pamerkan Robot Humanoid Canggih di Vivatech

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:28 WIB

Dominasi mutlak Samurai Blue. Jepang mencetak sejarah baru setelah menggilas Tunisia empat-nol, membuka peluang lebar menuju babak gugur Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Matias Delacroix)

INTERNASIONAL

Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:42 WIB