Sidak Pasar Cisalak Depok, Wamendag Roro: Harga Bahan Pokok Masih Kondusif

Senin, 9 Februari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau harga bahan pokok di Pasar Cisalak Depok menjelang Ramadan dan Idulfitri. (Posnews/Ist)

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau harga bahan pokok di Pasar Cisalak Depok menjelang Ramadan dan Idulfitri. (Posnews/Ist)

DEPOK, POSNEWS.CO.ID – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang HBKN Imlek 2577 Kongzili, Ramadan, dan Idulfitri 1447 H di Pasar Cisalak, Depok, Senin (9/2/2026).

Hasilnya, harga bapok relatif stabil dan kondusif, meski beberapa komoditas mengalami fluktuasi ringan.

Wamendag Roro menegaskan, pemerintah memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mencatat cabai rawit merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras berfluktuasi namun masih terkendali. Sementara itu, MINYAKITA tersedia sesuai HET Rp15.700 per liter.

Selain MINYAKITA, pedagang menjual beras medium Rp13.500/kg dan bawang putih honan Rp38.000/kg sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar

Selanjutnya, harga beras premium Rp14.500/kg dan daging sapi Rp130.000/kg terpantau stabil.

Pantauan di lapangan juga mencatat cabai merah keriting Rp40.000/kg, cabai merah besar Rp40.000/kg, cabai rawit merah Rp85.000/kg, minyak goreng curah Rp17.000/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp20.000/liter.

Adapun tepung terigu Rp12.500/kg, gula pasir kemasan Rp19.000/kg, bawang merah Rp45.000–48.000/kg, telur ayam ras Rp31.000/kg, serta daging ayam ras Rp40.000/kg.

Untuk menjaga stabilitas, Kementerian Perdagangan rutin memantau harga melalui SP2KP.

Selain itu, Kemendag telah menerbitkan Permendag Nomor 43 Tahun 2025 guna memperkuat tata kelola MINYAKITA, terutama distribusi, stabilisasi harga, dan pengawasan.

Baca Juga :  Insiden BYD Disorot Kemendag, Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung

Tak hanya memantau harga, Wamendag Roro juga menggelar Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) di Pasar Cisalak.

Program ini mendorong pasar rakyat yang bersih, tertata, dan nyaman, sehingga menarik minat belanja masyarakat.

Pedagang Pasar Cisalak, Rina, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebut harga cabai merah keriting, bawang putih, dan kentang masih stabil.

Rina berharap pemantauan rutin pemerintah menjaga harga berkelanjutan dan meningkatkan jumlah pembeli.

Dalam kunjungan ini, Wamendag Roro didampingi Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, pejabat Kemendag, serta Kepala Disdagin Kota Depok Widyati Riyandani. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendag Busan ke AS, 4 Isu Perdagangan Global Jadi Sorotan di G20
Lowongan Kerja Sinar Mas September 2026, SMA hingga S2 Bisa Daftar
Wamendag Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas, Bukan Cuma Jual Makanan Enak
Produk UMKM Pilihan BuSan Kini Masuk Tokopedia dan TikTok Shop
Anggaran Kemendag 2027 Naik Jadi Rp1,56 Triliun, Ini Program Prioritasnya
Alfamidi Cari Lulusan S1 untuk 3 Posisi, Cek Syarat dan Cara Daftar
Lowongan Kerja RS PELNI September 2026, Buka 2 Posisi untuk Lulusan D3
Dari Trangsan ke Pasar Dunia, UMKM Rotan Siap Gebrak TEI 2026

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 06:23 WIB

Mendag Busan ke AS, 4 Isu Perdagangan Global Jadi Sorotan di G20

Senin, 28 September 2026 - 06:24 WIB

Lowongan Kerja Sinar Mas September 2026, SMA hingga S2 Bisa Daftar

Minggu, 27 September 2026 - 06:34 WIB

Wamendag Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas, Bukan Cuma Jual Makanan Enak

Selasa, 22 September 2026 - 08:45 WIB

Produk UMKM Pilihan BuSan Kini Masuk Tokopedia dan TikTok Shop

Jumat, 18 September 2026 - 06:22 WIB

Anggaran Kemendag 2027 Naik Jadi Rp1,56 Triliun, Ini Program Prioritasnya

Berita Terbaru