SAN FRANCISCO, POSNEWS.CO.ID – Manajemen Sony Interactive Entertainment mengantisipasi gelombang kemarahan publik sejak awal.
Aturan Paling Ketat bagi Staf Internal
Sony melarang seluruh karyawan memberikan komentar terkait kontroversi kaset fisik.
Penulis game God of War Laufey, Alanah Pearce, membeberkan fakta kejutan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pearce membagikan bocoran tersebut lewat siaran video YouTube terbaru.
Ia menyebut manajemen menerapkan aturan media sosial paling ketat sepanjang sejarah.
Sony sudah memprediksi kehancuran citra publik pasca-pengumuman ekstrim tersebut.
Oleh karena itu, perusahaan memilih membungkam suara para pekerja internal.
Siasat Bisnis dan Alasan Finansial
Sebelumnya, Sony mengumumkan penghentian produksi kaset fisik mulai tahun 2028.
Direktur Komunikasi Sid Shuman beralasan tren konsumen kini bergeser ke digital.
Namun, keputusan sepihak ini memicu gelombang protes besar dari para pemain.
Lebih dari 335 ribu orang menandatangani petisi penolakan secara online.
Penggemar juga menyerbu akun media sosial resmi milik PlayStation.
Meski begitu, Sony memetik keuntungan finansial yang jauh lebih besar dari format digital.
Perusahaan mengantongi 100 persen pendapatan dari penjualan game digital mandiri.
Sebaliknya, kaset fisik memotong keuntungan Sony hingga 35 persen untuk ritel dan pabrik.
Analis Yakin Sony Tak Akan Mundur
Para pakar industri memastikan Sony tidak akan membatalkan keputusan ini.
CEO Kantan Games, Serkan Toto, menilai protes warga tidak menggoyahkan Sony.
Sony mengantongi lebih dari 120 juta pengguna aktif saat ini.
Sebanyak 50 juta pengguna menikmati layanan berlangganan PlayStation Plus.
Bahkan jika 500 ribu pemain membatalkan langganan, Sony hanya kehilangan satu persen pendapatan.
Oleh sebab itu, Sony memilih menunggu hingga badai kemarahan publik mereda.
Manajemen tetap memfokuskan seluruh sumber daya menuju transisi era digital penuh.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













