TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Kabar positif menyambangi ketahanan energi Jepang di tengah panasnya konflik Timur Tengah. Sebuah kapal tanker minyak milik Jepang dilaporkan berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz tanpa harus membayar biaya tol yang biasanya diminta oleh otoritas setempat.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengonfirmasi kabar tersebut melalui unggahan di media sosial pada hari Rabu. Takaichi menyatakan bahwa kapal tanker yang terkait dengan Jepang itu telah melewati selat tersebut. Saat ini, kapal tersebut sedang menuju Jepang dengan tiga warga negara Jepang di atasnya.
Idemitsu Maru Membawa 2 Juta Barel Minyak
Kapal tanker yang berhasil melintas tersebut adalah Idemitsu Maru yang berbendera Panama. Berdasarkan laporan media lokal, kapal raksasa sepanjang 300 meter ini mengangkut 2 juta barel minyak mentah. Kapal tersebut memuat kargo dari sebuah terminal di Arab Saudi pada awal Maret lalu.
Sebelum melintasi selat, kapal ini sempat tertahan dan tidak bergerak di lepas pantai Abu Dhabi selama lebih dari seminggu. Namun, pada hari Senin, kapal mulai bergerak menuju selat setelah mendapatkan izin dari otoritas Iran. Situs pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan kapal tersebut melewati selat sekitar pukul 18.00 waktu Jepang dan diperkirakan akan tiba di Nagoya dalam tiga minggu ke depan.
Puluhan Kapal Masih Terdampar
Meskipun Idemitsu Maru berhasil melintas, tantangan besar masih membayangi kapal-kapal lainnya. Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Jepang (JSA), Hitoshi Nagasawa, mengungkapkan bahwa masih ada 41 kapal terkait Jepang yang terdampar di Teluk Persia.
“Kami berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah untuk memastikan keberangkatan mereka dengan aman dan lancar sesegera mungkin,” ujar Nagasawa. Hal ini menunjukkan bahwa jalur perdagangan di kawasan tersebut belum sepenuhnya normal bagi semua pelaku industri maritim.
Dampak Terhadap Harga Energi Domestik
Jepang sangat bergantung pada Timur Tengah untuk pasokan minyak mentah. Sebagian besar pasokan tersebut harus melewati Selat Hormuz untuk sampai ke pelabuhan domestik Jepang. Oleh karena itu, penutupan atau gangguan pada jalur air ini langsung memicu lonjakan harga minyak mentah secara global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekhawatiran akan gangguan pasokan terus menghantui pasar energi sepanjang tahun 2026. Keberhasilan satu tanker melintas memberikan harapan kecil, namun kestabilan jangka panjang tetap bergantung pada penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Jepang kini terus menyeimbangkan diplomasi agar aliran energi utama mereka tidak terputus secara permanen.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















