Tawuran Berdarah Antar-Remaja di Cipinang Besar Utara, Satu Orang Luka Bacok

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, remaja tawuran.  (Ist)

Ilustrasi, remaja tawuran. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tawuran sadis pecah di kawasan Puskesmas Cipinang Besar Utara, dekat Masjid Darul Mukrimin, RT 15/11, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Seorang warga, HN (36), mengalami luka bacok hingga sobek di pinggul kanan akibat perkelahian antar-remaja.

Menurut keterangan saksi, Ahmad Subagiyo, tawuran dipicu bentrok antar-remaja RW 011 dan RW 013, pada Sabtu (20/12/2025) sore.

Baca Juga :  Tawuran Manggarai Meledak Awal 2026, DPRD DKI Usul Bansos Keluarga Pelaku Dicabut

Sekitar pukul 16.57 WIB, remaja RW 011 bersama teman dari TPU menyerang dan menjebol gembok gerbang pembatas.

Mereka masuk dan menyerang kelompok RW 013, sekitar pukul 17.00 WIB sehingga menimbulkan korban dari pihak RW 013.

HN kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pemasyarakatan Jakarta untuk penanganan medis lebih lanjut.

Polisi dari Sektor Jatinegara telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.

Baca Juga :  Balita Terjatuh dari Balkon di Jakarta Timur, Polisi Selidiki Diduga Ditelantarkan Orang Tua

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena tawuran antar-remaja berpotensi menimbulkan korban lebih banyak jika tidak segera ditangani.

Polisi menegaskan akan menindak tegas pelaku dan melakukan patroli rutin untuk mencegah insiden serupa.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB