Tawuran Remaja di Plumpang Raya Koja Jakarta Utara Bikin Resah Warga dan Pengendara

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerumunan remaja bentrok di Jembatan Bendungan Melayu Plumpang Raya dengan pengendara berhenti akibat jalan tertutup konflik. (Posnews/MR)

Kerumunan remaja bentrok di Jembatan Bendungan Melayu Plumpang Raya dengan pengendara berhenti akibat jalan tertutup konflik. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dua kubu remaja kembali bertarung di Jalan Plumpang Raya, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Tawuran tersebut memicu kepanikan warga dan pengendara yang melintas di lokasi.

Dua kelompok remaja belasan tahun menyerang satu sama lain di Jembatan Bendungan Melayu Koja menggunakan kayu, sapu, bambu, dan balok, sekitar pukul 01.25 WIB.

Pertikaian ini menutup sebagian ruas jalan, membuat pengendara terpaksa berhenti dan memilih jalur alternatif untuk menghindari bentrokan.

“Ya mas, para remaja tawuran tiba‑tiba muncul. Satu kelompok datang dari Jalan Bendungan Melayu Tugu Selatan dan satunya lagi muncul dari Jalan Thohir Tugu Utara,” ujar Sodik (55), pedagang yang berada dekat lokasi kejadian.

Baca Juga :  Sejarah Cinta Benci Warga London pada Kereta Bawah Tanah

Ia juga menjelaskan fenomena tersebut sering terjadi pada dini hari, sehingga menambah rasa cemas bagi pedagang yang masih beraktivitas.

Pengendara dan Warga Resah

Seorang driver ojek online bernama Ridho (37) mengatakan ia terpaksa menunda perjalanan karena akses jalan tertutup dan bahaya jika memaksakan lewat.

“Bahaya juga mas kalau memaksakan melintas, jadi terpaksa saya berhenti dulu sampai tawurannya mereda,” katanya. Banyak pengendara lain akhirnya memilih putar arah mencari jalur alternatif untuk menghindari konflik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut beberapa warga setempat, tawuran remaja di kawasan Koja, termasuk Plumpang Raya, sering terjadi, namun motif pasti kelompok ini belum jelas.

Baca Juga :  Ribuan TPA di Eropa Terancam Banjir, Air Minum dalam Bahaya

Fenomena tawuran yang melibatkan remaja belasan tahun ternyata bukan kejadian tunggal di Jakarta Utara saja. Misalnya, polisi juga pernah mengamankan dua remaja diduga terlibat tawuran saat patroli di Koja pada Oktober 2025.

Di tempat terpisah, penegakan hukum dan pencegahan tawuran terus digencarkan jajaran Polsek Koja dengan operasi dan patroli skala besar supaya angka tawuran tidak meningkat pada bulan awal tahun.

Aparat melakukan patroli malam dan operasi cipta kondisi di titik rawan tawuran remaja demi menjaga situasi tetap kondusif. Warga minta polisi patroli intensif untuk cegah tawuran susulan.

Penulis : Muhammad Rian

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB