JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dua kubu remaja kembali bertarung di Jalan Plumpang Raya, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026) dini hari. Tawuran tersebut memicu kepanikan warga dan pengendara yang melintas di lokasi.
Dua kelompok remaja belasan tahun menyerang satu sama lain di Jembatan Bendungan Melayu Koja menggunakan kayu, sapu, bambu, dan balok, sekitar pukul 01.25 WIB.
Pertikaian ini menutup sebagian ruas jalan, membuat pengendara terpaksa berhenti dan memilih jalur alternatif untuk menghindari bentrokan.
“Ya mas, para remaja tawuran tiba‑tiba muncul. Satu kelompok datang dari Jalan Bendungan Melayu Tugu Selatan dan satunya lagi muncul dari Jalan Thohir Tugu Utara,” ujar Sodik (55), pedagang yang berada dekat lokasi kejadian.
Ia juga menjelaskan fenomena tersebut sering terjadi pada dini hari, sehingga menambah rasa cemas bagi pedagang yang masih beraktivitas.
Pengendara dan Warga Resah
Seorang driver ojek online bernama Ridho (37) mengatakan ia terpaksa menunda perjalanan karena akses jalan tertutup dan bahaya jika memaksakan lewat.
“Bahaya juga mas kalau memaksakan melintas, jadi terpaksa saya berhenti dulu sampai tawurannya mereda,” katanya. Banyak pengendara lain akhirnya memilih putar arah mencari jalur alternatif untuk menghindari konflik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut beberapa warga setempat, tawuran remaja di kawasan Koja, termasuk Plumpang Raya, sering terjadi, namun motif pasti kelompok ini belum jelas.
Fenomena tawuran yang melibatkan remaja belasan tahun ternyata bukan kejadian tunggal di Jakarta Utara saja. Misalnya, polisi juga pernah mengamankan dua remaja diduga terlibat tawuran saat patroli di Koja pada Oktober 2025.
Di tempat terpisah, penegakan hukum dan pencegahan tawuran terus digencarkan jajaran Polsek Koja dengan operasi dan patroli skala besar supaya angka tawuran tidak meningkat pada bulan awal tahun.
Aparat melakukan patroli malam dan operasi cipta kondisi di titik rawan tawuran remaja demi menjaga situasi tetap kondusif. Warga minta polisi patroli intensif untuk cegah tawuran susulan.
Penulis : Muhammad Rian
Editor : Hadwan





















