Terobosan Bersejarah, PNBP Tilang Kini Bisa Dipakai Polri, Kejagung, dan MA

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tilang Kini Bisa Dipakai Polri, Kejagung, dan MA. Kolaborasi Bersejarah Penegak Hukum. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, sumringah.

Ia bangga karena denda tilang kendaraan bermotor kini resmi bisa dimanfaatkan oleh tiga lembaga hukum besar: Polri, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Mahkamah Agung (MA).

Kebijakan ini bukan sembarangan. Setelah puluhan tahun hanya jadi angka di kas negara, kini PNBP dari denda tilang akhirnya bisa digunakan untuk memperkuat pelayanan publik dan keselamatan lalu lintas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œIni pencapaian bersejarah. Sinergi lintas lembaga berhasil melahirkan terobosan besar,” tegas Irjen Agus, Kamis (9/10/2025).

Jenderal bintang dua itu menilai, pemanfaatan bersama dana tilang ini membuktikan soliditas penegak hukum.

β€œPNBP tilang kini bukan sekadar catatan angka, tapi sumber daya nyata untuk mendukung pelayanan hukum dan lalu lintas yang lebih baik,” ujarnya berapi-api.

Baca Juga :  Kapolsek Bekasi Barat Imbau Warga Jaga Kerukunan, Lawan Hoaks dan Perpecahan

Lima Tahun Perjuangan Panjang

Perubahan ini tidak instan. Gagasan kolaboratif muncul sejak tahun 2020, dipelopori oleh Kombes Made Agus Prasatya dari Korlantas Polri, dengan dukungan Kejagung dan MA.

Sebelumnya, sesuai KUHAP dan UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, pengelolaan PNBP tilang sepenuhnya di bawah Kejaksaan.

Padahal, proses hukum pelanggaran lalu lintas juga melibatkan Polri sebagai penindak dan MA melalui pengadilan negeri sebagai pengadil.

Atas dasar itulah, Korlantas menggagas pengelolaan PNBP tilang bersama agar adil dan efisien. Meski penuh dinamika, upaya itu tak pernah surut.

Pada 2022, Kemenkeu sempat menolak usulan pembagian dana tilang karena belum ada dasar hukum kuat. Namun, semangat reformasi sistem hukum terus digelorakan.

Kolaborasi Criminal Justice System

Polri dan Kejagung akhirnya mendorong inovasi Criminal Justice System (CJS) dalam penanganan pelanggaran lalu lintas berbasis ETLE Nasional Presisi. Program ini dibiayai dari dana tilang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga :  Bandar Narkoba Simpan Senpi Ilegal, Polisi Bongkar Jaringan Aceh-Bogor

Kemudian, dibentuk tim pokja lintas lembaga yang merumuskan surat kesepakatan bersama. Hasilnya, pembagian dana PNBP tilang ditetapkan: Kejagung 40%, Mahkamah Agung 30%, dan Polri 30%.

Resmi Berlaku Awal 2025

Puncak keberhasilan ini ditandai dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 100 Tahun 2024 tentang Penyetoran dan Pencatatan PNBP dari Denda Pelanggaran Lalu Lintas.

Aturan ini resmi berlaku sejak 1 Januari 2025, menjadi dasar hukum bagi ketiga lembaga penegak hukum untuk mengajukan izin penggunaan dana PNBP tilang.

β€œIni bukan akhir, tapi awal dari pelayanan hukum yang makin transparan dan modern,” tutup Irjen Agus dengan optimis.

Data Terkini (Per Oktober 2025):

  • Total PNBP tilang nasional 2025: Rp 380 miliar
  • ETLE Nasional aktif di 38 provinsi dan 152 kabupaten/kota
  • Rencana peningkatan penggunaan PNBP untuk pelatihan penegakan hukum digital dan modernisasi pengadilan lalu lintas. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest
Putusan MK Jadi Amunisi, Gibran Dilaporkan ke Bareskrim soal Dokumen Pendidikan
Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan
Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu
Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?
Prabowo: Ada Ancaman, Jangan Gentar! Rp52 Triliun Kekayaan Negara Diselamatkan
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pesta Narkoba di Rutan Depok Berujung Pemindahan 313 Napi ke Nusakambangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Prabowo Tambah Polisi Hutan Jadi 70 Ribu, Pembalak Liar Mulai Diburu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Nusron Wahid Dipanggil KPK Hari Ini, Kasus HGB Summarecon Makin Terang?

Berita Terbaru

Pengacara David Hearn mendesak pengawas pemerintah AS menyelidiki kegagalan renovasi Kolam Refleksi Lincoln dan kriminalisasi palsu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengacara Mantan Atlet Olimpiade AS Mendesak Penyelidikan

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:12 WIB

Donald Trump mempromosikan investasi Anduril $3,7 miliar di Sparrows Point Maryland untuk komponen kapal selam nuklir AS menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mempromosikan Investasi Anduril Senilai 3,7 Miliar

Rabu, 7 Okt 2026 - 13:52 WIB