Timnas Indonesia Siap Guncang Irak di Jeddah, Patrick Kluivert Janji Taktik Kejutan

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jay Idzes duel dengan pemain Arab Saudi di laga perdana Timnas Indonesia. Dok: AP Foto

Jay Idzes duel dengan pemain Arab Saudi di laga perdana Timnas Indonesia. Dok: AP Foto

JEDDAH, POSNEWS.CO.ID – Dini hari nanti duel panas antara Timnas Indonesia vs Irak di matchday kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup B bakal jadi ujian berat bagi Skuad Garuda.

Meski di atas kertas lawan lebih kuat, peluang Indonesia untuk mencuri kemenangan tetap terbuka lebar.

Pada laga sebelumnya, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi, namun permainan agresif dan kolektif tetap mendapat pujian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekalahan itu sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Patrick Kluivert untuk memperbaiki performa di laga kontra Irak yang digelar Minggu (12/10/2025) pukul: 02.30 WIB dini hari di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

Peluang Masih Terbuka, Tapi Butuh Keajaiban Gol

Secara matematis, peluang Indonesia untuk lolos ke putaran final masih hidup. Namun, tim Merah Putih wajib menang besar atas Irak, minimal dengan selisih tiga gol.

Tantangan ini tentu berat, mengingat dari tiga pertemuan terakhir, Indonesia selalu kalah dan kebobolan total sepuluh gol, hanya mampu mencetak dua.

Namun kali ini, atmosfernya berbeda. Di bawah arahan Patrick Kluivert, Garuda tampil lebih modern, cepat, dan berani menekan sejak awal.

Baca Juga :  Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sejak Kluivert mengambil alih kursi pelatih pada Januari 2025, Timnas Indonesia mengalami perubahan signifikan. Komposisi pemain kini diisi bintang-bintang diaspora dan pemain naturalisasi yang bermain di Eropa, memperkuat lini pertahanan hingga sektor sayap.

Karakter permainan cepat dan transisi tajam sudah terlihat saat melawan Arab Saudi. Kluivert pun mengakui timnya masih harus memperbaiki penyelesaian akhir, namun ia menegaskan para pemain kini memiliki mental petarung.

“Finishing memang jadi pekerjaan rumah, tapi saya percaya pada progres tim ini. Para pemain berkembang cepat dan siap bersaing di level tertinggi,” ujar Kluivert dengan nada optimistis.

Mental dan Tekanan Jadi Senjata Indonesia

Kekalahan dari Arab Saudi justru memompa motivasi pemain. Timnas Indonesia kini sadar hanya kemenangan yang bisa menjaga peluang lolos. Situasi ini membuat motivasi dan fokus para pemain meningkat tajam.

Tim yang tertekan biasanya tampil lebih nekat dan solid. Jika Indonesia mampu menjaga disiplin dan tempo tinggi sejak menit awal, Irak bisa kesulitan membendung serangan cepat Garuda.

Selain itu, Irak masih dalam masa adaptasi bersama pelatih barunya, Graham Arnold. Tekanan publik untuk menang bisa menjadi bumerang bagi mereka bila Indonesia tampil menekan sejak awal.

Baca Juga :  Jay Idzes Disorot FIFA, Sang Kapten Tembok Baja Garuda Lawan Arab Saudi

Rekor Buruk Bukan Akhir, Kluivert Siapkan Kejutan

Meski rekor pertemuan masih berpihak pada Irak, Kluivert diyakini menyiapkan taktik kejutan. Dengan kombinasi pemain muda enerjik dan diaspora berpengalaman, Indonesia punya peluang memutus rekor buruk tersebut.

Dalam sepak bola modern, detail kecil seperti transisi cepat, set-piece efektif, dan stamina di menit akhir sering menjadi pembeda. Indonesia sudah mampu mencetak gol di laga-laga sebelumnya — tinggal meningkatkan efisiensi penyelesaian akhir.

Kluivert menegaskan, “Kami tidak takut sejarah. Kami datang bukan untuk bertahan, tapi untuk menang.”

Kondisi skuad Indonesia dilaporkan dalam keadaan prima. Semua pemain siap tempur. Dengan semangat tinggi dan motivasi besar, duel panas ini diyakini akan berlangsung ketat sejak menit pertama.

Irak boleh unggul di statistik, tapi Garuda datang dengan mental baru, semangat juang tinggi, dan taktik yang matang. Jika tampil konsisten dan disiplin, keajaiban bisa saja terjadi di Jeddah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB