Tonggak Diplomasi: Israel dan Lebanon Berpeluang Gelar Perundingan Langsung

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu hijau dari Washington. Amerika Serikat mendorong pemerintahan baru Suriah untuk mengirim pasukan ke Lebanon Timur guna melucuti Hezbollah, memicu dilema keamanan bagi Presiden Ahmed al-Sharaa di tengah eskalasi perang Iran. Dok: Istimewa.

Lampu hijau dari Washington. Amerika Serikat mendorong pemerintahan baru Suriah untuk mengirim pasukan ke Lebanon Timur guna melucuti Hezbollah, memicu dilema keamanan bagi Presiden Ahmed al-Sharaa di tengah eskalasi perang Iran. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Israel dan Lebanon berpeluang melakukan dialog langsung dalam waktu dekat. Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan kemungkinan terobosan diplomatik ini pada hari Sabtu. Langkah tersebut menjadi sejarah besar karena kedua negara secara formal masih dalam status perang sejak 1948.

Tiga pejabat Lebanon mengonfirmasi bahwa Beirut sedang membentuk delegasi untuk perundingan tersebut. Namun, pemerintah Lebanon masih menunggu kepastian mengenai kerangka waktu acara. Presiden Joseph Aoun menuntut gencatan senjata penuh sebagai syarat utama sebelum negosiasi dimulai.

Delegasi Lintas Agama dan Boikot Kelompok Syiah

Pemerintah Lebanon telah memilih perwakilan dari kalangan Kristen, Muslim Sunni, dan Druze. Langkah ini bertujuan untuk menunjukkan persatuan nasional di meja perundingan. Lokasi pertemuan kemungkinan besar berada di Paris atau Siprus dengan melibatkan menantu Donald Trump, Jared Kushner.

Baca Juga :  Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Komandan Brimob Minta Maaf dan Janji Proses Tegas

Namun, aliansi Syiah pimpinan Ketua Parlemen Nabih Berri menolak ikut serta. Berri meyakini bahwa Israel tidak akan memberikan konsensus apa pun kepada delegasi Lebanon. Perpecahan internal ini mencerminkan ketegangan antara pemerintah resmi dengan kekuatan bersenjata Hezbollah yang selama ini dianggap sebagai “negara dalam negara”.

Peringatan Militer Israel terhadap Ambulans

Di medan tempur, militer Israel mengeluarkan peringatan yang sangat serius. Mereka menuduh Hezbollah menggunakan ambulans secara ekstensif untuk kepentingan militer. Juru bicara militer Israel, Avichai Adraee, menegaskan bahwa praktik tersebut harus segera berhenti.

Israel mengancam akan menyerang setiap fasilitas medis yang terbukti menjadi basis teroris. “Kami akan bertindak sesuai hukum internasional terhadap aktivitas militer di dalam ambulans,” tulis Adraee di media sosial X. Namun, pihak Hezbollah membantah keras tuduhan penggunaan fasilitas medis untuk keperluan perang tersebut.

Baca Juga :  Penggerebekan Narkoba Bengkalis: 13 Kg Sabu dan Ratusan Etomidate Disita, 2 Pengedar Dibekuk

Ancaman “Gaza-isasi” Beirut dan Korban Medis

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 26 petugas medis tewas sejak serangan bermula pada 2 Maret. Tekanan psikologis juga meningkat setelah pesawat Israel menjatuhkan selebaran di atas langit Beirut. Selebaran itu mengancam akan menghancurkan Lebanon seperti kehancuran yang terjadi di Gaza.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, Israel terus mengintensifkan kampanye militernya terhadap posisi Hezbollah di seluruh Lebanon. Pimpinan Hezbollah, Naim Qassem, menyatakan kelompoknya siap menghadapi konfrontasi jangka panjang. Situasi kemanusiaan kian kritis dengan lebih dari 800.000 warga yang kini terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia
Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris
Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat
Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat
Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka TPPU Narkoba, Eks Kapolres Bima Kota Terseret
Trump Sebut Iran dalam Kondisi Runtuh Saat Harga Minyak Melambung
Facebook Dipenuhi Gambar Palsu Tersangka Penembakan Trump

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:30 WIB

Krisis Gandum Kyiv-Yerusalem: Ukraina Tuduh Israel Impor Hasil Jarahan Rusia

Rabu, 29 April 2026 - 19:56 WIB

Raja Charles III Serukan Persatuan di Tengah Keretakan Aliansi AS-Inggris

Rabu, 29 April 2026 - 19:03 WIB

Eks Finalis Puteri Indonesia Ditangkap, Diduga Facelift Ilegal hingga Korban Cacat

Rabu, 29 April 2026 - 18:53 WIB

Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat

Rabu, 29 April 2026 - 18:47 WIB

Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

Berita Terbaru