Tragedi Udara Kolombia: 66 Prajurit Tewas dalam Kecelakaan Hercules C-130 di Perbatasan Peru

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duka di Puerto Leguizamo. Sebuah pesawat angkut militer Hercules C-130 jatuh dan meledak saat lepas landas, menewaskan puluhan tentara di tengah tuntutan modernisasi alutsista yang mendesak. Dok: Istimewa.

Duka di Puerto Leguizamo. Sebuah pesawat angkut militer Hercules C-130 jatuh dan meledak saat lepas landas, menewaskan puluhan tentara di tengah tuntutan modernisasi alutsista yang mendesak. Dok: Istimewa.

PUERTO LEGUIZAMO, POSNEWS.CO.ID – Korban tewas dalam kecelakaan pesawat Angkatan Udara Kolombia melonjak drastis menjadi 66 orang pada Senin malam. Tim penyelamat terus mengevakuasi jenazah dari puing-puing pesawat yang hangus terbakar di wilayah perbatasan Peru tersebut.

Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menjelaskan bahwa pesawat Lockheed Martin Hercules C-130 tersebut mengalami kecelakaan saat lepas landas. Insiden ini menjadi salah satu tragedi militer paling berdarah bagi Kolombia dalam beberapa dekade terakhir.

Kronologi Jatuhnya Pesawat dan Ledakan di Hutan

Saksi mata dan petugas pemadam kebakaran, Eduardo San Juan Callejas, memberikan gambaran mengerikan mengenai detik-detik jatuh-nya pesawat. Pesawat tersebut diduga menghantam area di ujung landasan pacu saat mencoba mengudara. Sayap pesawat kemudian menyenggol pohon besar hingga akhirnya jatuh terhempas ke tanah.

Hantaman keras tersebut memicu kebakaran hebat di badan pesawat. Selain itu, ledakan susulan terjadi akibat adanya perangkat peledak yang tersimpan di dalam kargo pesawat. Warga lokal menjadi pihak pertama yang melakukan penyelamatan. Mereka menggunakan sepeda motor untuk membawa tentara yang terluka melalui jalan tanah menuju fasilitas medis terdekat.

Baca Juga :  Mulai 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Pakai Face Recognition - Ini Jadwal Lengkapnya

Ketidakpastian Jumlah Personel di Dalam Pesawat

Angkatan Udara Kolombia awalnya melaporkan total 121 orang berada di dalam pesawat tersebut. Manifestasi penumpang mencakup 110 prajurit dan 11 anggota awak pesawat. Namun demikian, terdapat perbedaan angka antara laporan militer dengan data otoritas lokal mengenai jumlah pasti korban di lapangan.

Hingga saat ini, lokasi jatuhnya pesawat masih sulit dijangkau oleh kendaraan berat. Kondisi geografis yang terpencil dan vegetasi hutan yang lebat menghambat upaya evakuasi sistemik. Militer kini telah mengerahkan unit khusus guna mengamankan lokasi dan menyelidiki penyebab pasti kegagalan teknis saat lepas landas.

Kritik Presiden Petro dan Masalah Alutsista Tua

Presiden Gustavo Petro menanggapi tragedi ini dengan kemarahan terhadap struktur birokrasi pemerintahannya. Petro menuduh hambatan administratif telah menunda rencana modernisasi peralatan militer nasional. “Saya tidak akan menoleransi penundaan lebih lanjut; nyawa anak muda kita menjadi taruhannya,” tegas Petro melalui akun X miliknya.

Petro bahkan mengancam akan mencopot pejabat sipil maupun militer yang tidak mampu menjawab tantangan modernisasi ini. Kolombia sendiri mulai mengakuisisi model Hercules pertama pada akhir 1960-an. Meskipun AS telah mengirimkan beberapa model bekas melalui program surplus militer, banyak armada yang masih memerlukan pembaruan sistem keamanan yang menyeluruh.

Rentetan Kecelakaan Hercules di Amerika Latin

Insiden di Kolombia ini menambah daftar panjang kecelakaan pesawat angkut militer di kawasan Amerika Latin tahun 2026. Pada akhir Februari lalu, sebuah Hercules C-130 milik Angkatan Udara Bolivia juga jatuh di kota padat penduduk El Alto. Kecelakaan tersebut menewaskan 20 orang dan melukai puluhan warga sipil.

Tragedi-tragedi ini memicu perdebatan mengenai kelayakan penggunaan pesawat angkut tua untuk operasi militer intensif. Di Kolombia, pesawat Hercules sangat krusial untuk mobilisasi pasukan dalam konflik internal yang telah berlangsung selama enam dekade. Dunia internasional kini menanti hasil investigasi teknis guna memastikan keamanan penerbangan militer di kawasan tersebut di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Berita Terbaru

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB