Transjakarta Pulihkan Layanan Setelah 22 Halte Rusak dan Terbakar Imbas Demonstrasi Jakarta

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bus Transjakarta rute Harapan Indah–Pulo Gadung melintas di kawasan Jakarta Timur setelah penambahan halte baru. (Dok-Istimewa)

Bus Transjakarta rute Harapan Indah–Pulo Gadung melintas di kawasan Jakarta Timur setelah penambahan halte baru. (Dok-Istimewa)

JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan layanan transportasi publik mulai normal setelah sejumlah halte rusak akibat aksi perusakan dan pembakaran.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat dengan pemantauan intensif di command center dan koordinasi bersama jajaran manajemen.

“Situasi di lapangan sangat dinamis. Karena itu kami terus melakukan monitoring real time sebagai dasar pengambilan keputusan layanan dan operasional,” kata Ayu, Sabtu (30/9).

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Terlibat Pembunuhan Brigpol Ronald Enok

Data Transjakarta mencatat enam halte terbakar dan 16 halte lain mengalami kerusakan serta vandalisme. Meski begitu, layanan bus berangsur pulih secara bertahap di berbagai rute dengan dukungan personel lapangan dan koordinasi pusat kendali.

Transjakarta juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas publik melalui kampanye #JagaJakarta, yang menekankan pentingnya kebersamaan warga dalam merawat infrastruktur transportasi.

“Mari kita rawat fasilitas publik agar manfaatnya bisa terus dirasakan,” tandas Ayu.

Baca Juga :  Rekonstruksi Mutilasi Mojokerto, Alvi Non Stop 2 Jam Potong Tubuh Korban

Daftar halte terbakar: Polda Metro Jaya, Senen Toyota Rangga, Sentral Senen, Senayan Bank DKI, Gerbang Pemuda, dan Bundaran Senayan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daftar halte rusak/vandalisme (16 lokasi): Bendungan Hilir, Kwitang, Kampung Melayu, Kramat Sentiong, Bidara Cina, Cililitan, Semanggi, Petamburan, Widya Candra Telkomsel, Jatinegara, Kejaksaan Agung, Matraman Baru, Pemuda Pramuka, Masjid Agung, Non BRT GBK 1, dan Non BRT Polda Metro Jaya 1. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Berita Terbaru

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB