Tragedi Kayu Bakar: Drone Israel Tewaskan Dua Bocah Kakak Beradik di Zona Kuning Gaza

Minggu, 30 November 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niat hati bantu ayah, dua bocah Gaza tewas dihantam drone Israel. Militer klaim

Niat hati bantu ayah, dua bocah Gaza tewas dihantam drone Israel. Militer klaim "aktivitas mencurigakan", keluarga sebut mereka hanya cari kayu bakar. Dok: Istimewa.

KHAN YOUNIS, POSNEWS.CO.ID – Tangis pilu pecah di halaman Rumah Sakit Nasser, Khan Younis. Seorang ayah yang duduk di kursi roda menangisi dua jenazah kecil yang terbungkus kain kafan putih.

Dua putranya, Fadi Abu Assi (11) dan Goma Abu Assi (8), tewas mengenaskan pada Sabtu (29/11/2025). Nahasnya, nyawa mereka melayang akibat hantaman rudal dari drone militer Israel.

Tragedi ini terjadi di pagi hari yang cerah di Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis. Padahal, kedua bocah tersebut tidak sedang memegang senjata atau bom. Sebaliknya, tangan kecil mereka hanya menggenggam ranting kayu bakar.

Mencari Kayu Demi Ayah

Paman korban, Mohamed Abu Assi, menceritakan kronologi memilukan tersebut. Mulanya, kakak beradik itu keluar rumah untuk mencari kayu bakar. Mereka ingin membantu sang ayah menyalakan api untuk memasak.

“Mereka hanya anak-anak. Apa salah mereka? Mereka tidak punya rudal, mereka pergi mengumpulkan kayu untuk ayah mereka,” ujar Mohamed dengan nada bergetar.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Sedang-Lebat

Seketika, ledakan keras mengguncang area dekat sekolah pengungsian. Lantas, keluarga menemukan tubuh kedua bocah itu tak bernyawa. Tim medis segera mengevakuasi mereka, namun takdir berkata lain.

Dalih “Aktivitas Mencurigakan”

Di sisi lain, militer Israel (IDF) memberikan pembelaan diri. Mereka mengonfirmasi serangan tersebut namun dengan narasi berbeda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak militer mengklaim pasukan mereka mengidentifikasi dua “tersangka” yang melintasi Garis Kuning (Yellow Line). Menurut IDF, kedua orang tersebut melakukan aktivitas mencurigakan dan mendekati pasukan yang beroperasi di Gaza selatan.

“Mereka menimbulkan ancaman langsung. Oleh karena itu, Angkatan Udara melenyapkan tersangka untuk menghilangkan ancaman,” tulis pernyataan resmi IDF.

Garis Kuning adalah batas pemisah yang ditandai dengan blok beton. Sesuai kesepakatan, tentara Israel seharusnya menarik diri ke posisi di belakang garis tersebut selama masa gencatan senjata.

Baca Juga :  Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga

Gencatan Senjata yang Berdarah

Insiden ini kembali menguji kesabaran warga Gaza terhadap perjanjian damai yang rapuh. Faktanya, gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat ini baru berjalan kurang dari dua bulan sejak 10 Oktober lalu.

Meskipun kesepakatan 20 poin telah berlaku, darah tetap tumpah di tanah Palestina. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat data yang mengkhawatirkan. Setidaknya 352 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata dimulai.

Hamas menuduh Israel terus melanggar perjanjian. Sementara itu, Israel menuding balik bahwa serangannya hanya menyasar militan yang melanggar aturan.

Kini, keluarga Abu Assi harus menguburkan mimpi kedua putra mereka. PBB sebelumnya menyebut angka kematian di Gaza kredibel, dengan total korban jiwa kini menembus angka 70.000 orang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Usul Denda KTP Hilang, DPR Ingatkan Risiko Pungli dan Beban Warga
Pemprov DKI Gratiskan Hampir Transportasi, Tarif Rp1 Berlaku 24 April 2026
Bongkar Sarang Narkoba Pekanbaru, 4,2 Kg Sabu & 108 Ekstasi Disita – Dikendalikan Suami-Istri
Gudang BBM Ilegal Digerebek di Sumsel, 12 Pelaku Modus “Kencing di Jalan” Ditangkap
Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama
Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi
Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global
Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 19:11 WIB

Pemerintah Usul Denda KTP Hilang, DPR Ingatkan Risiko Pungli dan Beban Warga

Kamis, 23 April 2026 - 18:53 WIB

Pemprov DKI Gratiskan Hampir Transportasi, Tarif Rp1 Berlaku 24 April 2026

Kamis, 23 April 2026 - 18:11 WIB

Bongkar Sarang Narkoba Pekanbaru, 4,2 Kg Sabu & 108 Ekstasi Disita – Dikendalikan Suami-Istri

Kamis, 23 April 2026 - 17:28 WIB

Gudang BBM Ilegal Digerebek di Sumsel, 12 Pelaku Modus “Kencing di Jalan” Ditangkap

Kamis, 23 April 2026 - 15:23 WIB

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Berita Terbaru

Mempererat ikatan ideologi. Presiden Xi Jinping menerima utusan khusus Presiden Laos di Beijing guna mematangkan pembangunan komunitas nasib bersama dan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik di tengah dinamika politik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan Utusan Laos Sahkan Visi Masa Depan Bersama

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:23 WIB