Truk Tangki Pertamina Rem Blong, Tabrakan Beruntun di Bogor Libatkan 12 Kendaraan

Jumat, 5 September 2025 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk tangki Pertamina mengalami rem blong dan menabrak 12 kendaraan di Simpang Cilame, Desa Bunar, Bogor. Puluhan korban luka-luka dievakuasi ke rumah sakit. (Dok-Istimewa)

Truk tangki Pertamina mengalami rem blong dan menabrak 12 kendaraan di Simpang Cilame, Desa Bunar, Bogor. Puluhan korban luka-luka dievakuasi ke rumah sakit. (Dok-Istimewa)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Sebuah truk tangki Pertamina mengalami rem blong hingga memicu tabrakan beruntun di Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigelung, Simpang Cilame, Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jumat (5/9/2025) siang.

Kecelakaan ini melibatkan sedikitnya 12 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Puluhan korban mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit serta puskesmas terdekat.

Saksi mata, Didin Muhtadin, menyatakan kecelakaan terjadi ketika truk tangki melaju dari arah Bogor menuju Jasinga di jalur turunan kawasan Cilame.

Baca Juga :  Transportasi Umum Jakarta Gratis Saat Lebaran 2026, MRT, LRT dan Transjakarta Tarif Rp0

Diduga rem blong membuat truk bermuatan BBM jenis Pertalite itu hilang kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya. “Truk melaju kencang dari atas dan menghantam motor serta mobil di jalur bawah,” ujar Didin.

Sopir truk, Dede, menambahkan ia sudah berusaha mengendalikan kendaraan, namun rem tidak berfungsi. “Saya sudah injak rem berkali-kali, tapi tetap tidak berhenti,” katanya.

Baca Juga :  Guru MI Dihajar Wali Murid di Sampang, Babak Belur di Warung - Polisi Turun Tangan

Untungnya, tangki truk tidak bocor sehingga kebakaran berhasil dihindari. Namun, kecelakaan menyebabkan kemacetan panjang di jalur Bunar–Cigudeg dari arah Leuwiliang menuju Jasinga dan sebaliknya.

Kini, Unit Laka Satlantas Polres Bogor menangani kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB