Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Balistik

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teror udara di ibu kota. Militer Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal balistik ke Kyiv beberapa jam setelah Volodymyr Zelenskyy berunding dengan para pemimpin dunia di Prancis. Dok: Istimewa.

Teror udara di ibu kota. Militer Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal balistik ke Kyiv beberapa jam setelah Volodymyr Zelenskyy berunding dengan para pemimpin dunia di Prancis. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Rusia membombardir kota Kyiv menggunakan rudal balistik pada Kamis pagi ini. Serangan udara tersebut memicu ledakan keras dan mengaktifkan alarm bahaya di sebagian besar wilayah Ukraina. Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi serangan tersebut melalui saluran resmi Telegram milik lembaga pemerintah. Ia mendesak seluruh warga kota untuk tetap berada di dalam bunker penyelamat hingga situasi benar-benar aman.

Misi Diplomasi dan Tuduhan Rusia

Sementara itu, serangan ini bergulir setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy merampungkan diskusi diplomatik di negara Prancis. Zelenskyy menggelar pembicaraan telepon bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron secara intensif kemarin. Ia menyebut komunikasi khusus ini sebagai koordinasi penting untuk mengakhiri perang panjang yang melelahkan tersebut. Namun, Rusia justru terus meningkatkan intensitas serangan udara mereka ke berbagai kota penting di Ukraina hulu.

Baca Juga :  Kado Natal Trump untuk Gaza? AS Siapkan Fase 2: Pelucutan Senjata Hamas dan Pemerintahan Baru

Sebagai contoh, pesawat tanpa awak Rusia juga menghantam kota Sumy dan merenggut satu korban jiwa warga sipil. Serangan rudal terpisah pada awal pekan ini bahkan merusak parah biara kuno berusia seribu tahun di Kyiv. Trump sendiri mengeklaim bahwa Rusia kehilangan lebih banyak tentara daripada militer Ukraina dalam pertempuran tersebut. Meskipun begitu, Kremlin membantah keras klaim tersebut dan menyebut pihak Kyiv yang menderita kerugian lebih besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan Balasan di Enerhodar dan Belgorod

Pertempuran fisik di lapangan juga terus memakan korban jiwa dari kedua belah pihak akhir-akhir ini. Wali Kota Enerhodar bentukan Rusia, Maksim Pukhov, melaporkan serangan artileri Ukraina ke wilayah kedaulatan mereka. Ia mengklaim tembakan tersebut menewaskan satu warga serta melukai empat staf pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Selain itu, drone militer Ukraina juga menghantam sebuah mobil sipil di wilayah perbatasan Belgorod, Rusia kemarin. Serangan tersebut menewaskan seorang pria seketika di lokasi kejadian menurut laporan resmi otoritas setempat.

Baca Juga :  Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi

Pemerintah Rusia juga menuduh Ukraina sengaja menyerang bus sekolah yang membawa anak-anak dari Belarusia hari Rabu. Akan tetapi, militer Ukraina membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kampanye informasi palsu Moskow. Pada akhirnya, dunia internasional terus mendesak penghentian kekerasan demi menyelamatkan jutaan nyawa warga sipil tak bersalah.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB