Turap Setu Lampiri Jebol, Banjir Rendam Dua Kecamatan di Bogor – 259 Jiwa Terdampak

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir merendam permukiman warga di Desa Taman Sari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akibat jebolnya turap Setu Lampiri. (Posnews/Ist)

Banjir merendam permukiman warga di Desa Taman Sari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akibat jebolnya turap Setu Lampiri. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Banjir menerjang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Air merendam permukiman warga di Desa Taman Sari, Kecamatan Rumpin, dan Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan banjir terjadi akibat jebolnya turap Setu Lampiri. Akibatnya, air meluap deras dan masuk ke rumah warga.

“Turap Setu Lampiri jebol. Luapan air langsung menerjang permukiman,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Sementara itu, data terbaru BPBD Kabupaten Bogor mencatat 78 kepala keluarga atau 259 jiwa terdampak. Selain itu, 78 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

Petugas BPBD masih siaga di lokasi. Mereka berkoordinasi dengan aparat desa untuk mendata korban, menyalurkan logistik, serta melakukan perbaikan darurat tanggul guna mencegah banjir susulan.

Di sisi lain, BNPB mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada 25–26 Januari 2026.

Wilayah yang rawan terdampak antara lain Pulau Jawa, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, NTB, NTT, Maluku, dan Papua.

Baca Juga :  Mudik Lebaran 2026, Polda Metro Jaya Buka Titip Kendaraan Gratis di Polsek dan Polres

Hujan lebat hingga sangat lebat berisiko memicu banjir, longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem.

Karena itu, BNPB mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, aktif memantau ketinggian air. Warga juga diminta segera evakuasi mandiri jika hujan deras berlangsung lama.

“Kenali jalur evakuasi dan pantau informasi cuaca resmi agar risiko korban jiwa bisa ditekan,” tegas Abdul Muhari. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: Cuaca Jabodetabek Cerah Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan Ringan
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berawan, Suhu Capai 33 Derajat
Penemuan 996 Senjata di Sekolah Pondok Pinang, Yayasan Berlakukan PJJ
HUT RI ke-81, Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Cuma Rp1
JPO Viral Rasuna Said Dibongkar, Pemprov DKI Tingkatkan Fasilitas Baru
Jakarta Berawan Sepanjang Hari, Jakarta Selatan Terpanas
TransJakarta Perpanjang Operasional Rute Blok M–Ancol hingga 02.00 WIB
Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:55 WIB

BMKG: Cuaca Jabodetabek Cerah Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan Ringan

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:22 WIB

BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berawan, Suhu Capai 33 Derajat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Penemuan 996 Senjata di Sekolah Pondok Pinang, Yayasan Berlakukan PJJ

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:57 WIB

HUT RI ke-81, Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Cuma Rp1

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:05 WIB

JPO Viral Rasuna Said Dibongkar, Pemprov DKI Tingkatkan Fasilitas Baru

Berita Terbaru

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina dan Rusia Saling Tuduh Serangan Mematikan

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:08 WIB

Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban jiwa akibat perang, serangan, dan aksi protes, langkah yang berpotensi mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:00 WIB

Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas yang pernah tercatat akibat perubahan iklim, memicu gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:48 WIB