Update Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Lebat di Bogor, Awan Gelap Selimuti Jakarta

Senin, 29 September 2025 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awan gelap dan petir di langit Jakarta menandakan hujan deras. (Posnews/Ist)

Awan gelap dan petir di langit Jakarta menandakan hujan deras. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Senin (29/9/2025) bakal berubah-ubah.

Sejak dini hari hingga pagi, langit diprediksi cerah berawan hingga berawan tebal. Namun, sejumlah titik dipastikan diguyur hujan.

Pada dini hari, hujan ringan berpotensi turun di Kepulauan Seribu, Bekasi, dan Jakarta Utara. Menjelang siang, wilayah Kepulauan Seribu kembali dihantam hujan meski cuaca di daerah lain masih cenderung cerah berawan.

Baca Juga :  Foto di Tebet Eco Park Gratis, Pemprov DKI Tegaskan Kecuali untuk Komersial

Masuk siang hingga sore, awan gelap menebal. BMKG menyebut Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Tangerang Selatan, serta Kabupaten dan Kota Tangerang diguyur hujan ringan. Sementara itu, Bogor diperkirakan kena hujan sedang hingga lebat.

Suhu udara di Bogor dipatok 20–30 derajat celsius. Sementara wilayah lain di Jabodetabek berada di kisaran 24–32 derajat celsius dengan kelembapan 70–95%. Angin bertiup dari timur hingga tenggara berkecepatan 2–30 km/jam.

Baca Juga :  Bintang Porno Bonnie Blue Diperiksa Imigrasi Ngurah Rai - Masih Sempat Promo Konten Berbayar

BMKG mengingatkan warga agar waspada potensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Peringatan khusus ditujukan untuk Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Tangsel, dan Bogor pada siang hingga sore hari.

Bagi yang ingin info detail, masyarakat bisa memantau prakiraan cuaca lewat situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, akun @infoBMKG, atau call center 196. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB