Update Kasus Ledakan SMAN 72, ABH Diinterogasi 3 Kali – Polisi Dalami Cara Merakit Bom

Selasa, 9 Desember 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus ledakan yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara hingga kini terus didalami pihak kepolisian. Polisi mengungkap perkembangan terkait pemeriksaan Anak berkonflik dengan hukum (ABH).

ABH yang menjadi pelaku sudah menjalani pemeriksaan tiga kali di rumah aman sejak awal Desember. Pemeriksaan dilakukan bersama pihak-pihak yang berkepentingan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan penyidik bergerak cepat memeriksa pelaku sejak 3 Desember 2025.

Baca Juga :  Penyelundupan 439 Bal Pakaian Bekas, Polda Metro: Lewat Jalur Tikus - Nilai Rp 4 Miliar

Pemeriksaan sudah dilakukan di rumah aman. Ada dua sampai tiga kali pemeriksaan,” ujar Budi, Selasa (9/12/2025).

Budi menambahkan, proses pemeriksaan tidak dilakukan sembarangan. Penyidik menghadirkan ayah pelaku, pihak Balai Pemasyarakatan, tim kuasa hukum, hingga KPAI untuk memastikan hak-hak ABH tetap terpenuhi.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menggali banyak hal penting, mulai dari motif pelaku melakukan ledakan, sumber belajar merakit bom, hingga lokasi pelaku membeli bahan baku peledak.

“Kami dalami motif ABH, bagaimana ia belajar merakit bahan peledak itu, serta di mana ia membeli bahan bakunya,” jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa kondisi ABH sudah sehat secara fisik maupun mental. Hal itu membuat penyidik bisa melanjutkan permintaan keterangan secara intensif.

Kondisi ABH sehat, baik jasmani maupun rohani. Ini juga dinyatakan oleh dokter medis dan psikis yang menangani,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB