BUDAPEST, POSNEWS.CO.ID – Mantan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban merilis pernyataan politik yang sangat keras.
Ia menyerukan perlawanan terbuka kepada seluruh pendukungnya pada Selasa malam.
Masyarakat melengserkan Orban dari panggung kekuasaan pada pemilu April lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekalahan tersebut mengakhiri masa jabatannya selama 16 tahun berturut-turut.
Penggeledahan Kantor Fidesz dan Penyitaan Server
Orban mengunggah dokumen berjudul Pernyataan Perlawanan lewat akun Facebook pribadi.
Langkah ini merespons tindakan jaksa yang menggeledah kantor partai Fidesz.
Petugas penyidik menyita sejumlah server yang menyimpan basis data partai.
Jaksa menghubungkan tindakan penggeledahan ini dengan kasus dugaan tindak pidana.
Penyidik sedang mengusut kasus penyalahgunaan dana pada Dana Kebudayaan Nasional.
Namun Orban membantah keras tuduhan penyelewengan dana era pemerintahannya.
Ia menilai pemerintah baru hanya memanfaatkan isu tersebut sebagai dalih.
Langkah hukum tersebut bertujuan melumpuhkan operasional partai Fidesz secara legal.
Perubahan Konstitusi dan Pembatalan Mandat Presiden
Orban menegaskan bahwa Hungaria telah kehilangan status sebagai negara demokratis.
Pemerintahan baru pimpinan Perdana Menteri Peter Magyar mengesahkan amandemen konstitusi.
Aturan baru tersebut mengakhiri masa jabatan Presiden Tamas Sulyok.
Parlemen juga memangkas kewenangan ketua mahkamah konstitusi secara sepihak.
Oleh karena itu Orban melabeli sistem politik baru ini tidak sah.
Ia berjanji menggerakkan seluruh aksi damai guna melawan kesewenang-wenangan pemerintah.
Reformasi Antikorupsi dan Dominasi Partai Tisza
Sebaliknya Partai Tisza pimpinan Magyar menolak tuduhan otoriter tersebut.
Tisza berkomitmen memberantas praktik korupsi peninggalan rezim Orban.
Langkah ini bertujuan mengembalikan posisi Hungaria ke dalam arus utama Uni Eropa.
Saat ini Partai Tisza menguasai mayoritas mutlak kursi di parlemen.
Survei lembaga Median menunjukkan Tisza mengantongi 60 persen dukungan publik.
Sementara itu popularitas partai Fidesz merosot hingga menyentuh 18 persen.
Kondisi ini semakin memperparah krisis kepemimpinan di dalam tubuh Fidesz.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













