Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panggung politik Hungaria memanas. Mantan PM Viktor Orban merilis Pernyataan Perlawanan pasca-penggeledahan kantor partai Fidesz oleh pihak kejaksaan. Dok: Istimewa.

Panggung politik Hungaria memanas. Mantan PM Viktor Orban merilis Pernyataan Perlawanan pasca-penggeledahan kantor partai Fidesz oleh pihak kejaksaan. Dok: Istimewa.

BUDAPEST, POSNEWS.CO.ID – Mantan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban merilis pernyataan politik yang sangat keras.

Ia menyerukan perlawanan terbuka kepada seluruh pendukungnya pada Selasa malam.

Masyarakat melengserkan Orban dari panggung kekuasaan pada pemilu April lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekalahan tersebut mengakhiri masa jabatannya selama 16 tahun berturut-turut.

Penggeledahan Kantor Fidesz dan Penyitaan Server

Orban mengunggah dokumen berjudul Pernyataan Perlawanan lewat akun Facebook pribadi.

Langkah ini merespons tindakan jaksa yang menggeledah kantor partai Fidesz.

Baca Juga :  Aroma Langka di Hutan Madagaskar: Masa Depan Industri Parfum

Petugas penyidik menyita sejumlah server yang menyimpan basis data partai.

Jaksa menghubungkan tindakan penggeledahan ini dengan kasus dugaan tindak pidana.

Penyidik sedang mengusut kasus penyalahgunaan dana pada Dana Kebudayaan Nasional.

Namun Orban membantah keras tuduhan penyelewengan dana era pemerintahannya.

Ia menilai pemerintah baru hanya memanfaatkan isu tersebut sebagai dalih.

Langkah hukum tersebut bertujuan melumpuhkan operasional partai Fidesz secara legal.

Perubahan Konstitusi dan Pembatalan Mandat Presiden

Orban menegaskan bahwa Hungaria telah kehilangan status sebagai negara demokratis.

Pemerintahan baru pimpinan Perdana Menteri Peter Magyar mengesahkan amandemen konstitusi.

Aturan baru tersebut mengakhiri masa jabatan Presiden Tamas Sulyok.

Parlemen juga memangkas kewenangan ketua mahkamah konstitusi secara sepihak.

Baca Juga :  Inggris Tunda Penyerahan Kepulauan Chagos Akibat Tekanan Donald Trump

Oleh karena itu Orban melabeli sistem politik baru ini tidak sah.

Ia berjanji menggerakkan seluruh aksi damai guna melawan kesewenang-wenangan pemerintah.

Reformasi Antikorupsi dan Dominasi Partai Tisza

Sebaliknya Partai Tisza pimpinan Magyar menolak tuduhan otoriter tersebut.

Tisza berkomitmen memberantas praktik korupsi peninggalan rezim Orban.

Langkah ini bertujuan mengembalikan posisi Hungaria ke dalam arus utama Uni Eropa.

Saat ini Partai Tisza menguasai mayoritas mutlak kursi di parlemen.

Survei lembaga Median menunjukkan Tisza mengantongi 60 persen dukungan publik.

Sementara itu popularitas partai Fidesz merosot hingga menyentuh 18 persen.

Kondisi ini semakin memperparah krisis kepemimpinan di dalam tubuh Fidesz.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan setelah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Humas PGS)

NASIONAL

Soetta Kembali Berdenyut, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:15 WIB

Microsoft memperkenalkan Project Zenith, versi Windows 11 khusus developer dengan fokus AI lokal dan syarat RAM 64GB. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Perkenalkan Project Zenith, Versi Windows 11 Khusus

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:00 WIB