Wamenko Polhukam: Senjata di SMAN 72 Jakarta Hanya Mainan, Densus 88 Selidiki Ledakan

Jumat, 7 November 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di area Masjid ditemukan senjata mainan jenis laras Panjang, pistol dan wadah bahan peledak. (Posnews)

Di area Masjid ditemukan senjata mainan jenis laras Panjang, pistol dan wadah bahan peledak. (Posnews)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pasca ledakan, situasi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, berangsur kondusif. Area lokasi ledakan kini steril diberi garis polisi.

Wamenko Polhukam Lodewijk Freidrich Paulus memastikan, benda mirip senjata laras panjang yang ditemukan di lokasi bukan senjata asli, melainkan mainan.

“Setelah dicek, ternyata senjata itu mainan, bukan sungguhan,” tegas Lodewijk saat meninjau lokasi, Jumat (7/11/2025).

Ia menyebut Tim Forensik Polri masih memeriksa penyebab pasti ledakan yang terjadi usai Salat Jumat di masjid sekolah.

Baca Juga :  Bangunan Ambruk di Kelapa Gading, 1 Pekerja Tertimpa Reruntuhan

“Tim forensik masih memastikan apakah itu benar ledakan atau hal lain,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lodewijk menegaskan tidak ada korban jiwa. Ia mengingatkan publik agar tidak berspekulasi atau menyebar isu terorisme sebelum hasil penyelidikan keluar.

“Jangan langsung simpulkan ini aksi terorisme. Biarkan aparat bekerja,” ujarnya.

Sementara itu, Densus 88 Anti Teror ikut turun tangan menyelidiki dugaan unsur terorisme.

“Densus 88 masih mendalami apakah insiden ini mengandung unsur terorisme atau tidak,” kata AKBP Mayndra Eka Wardhana, juru bicara Densus 88.

Baca Juga :  5 Bulan Berlalu, Laporan Penamparan Siswa SD Tunas Karya 3 Belum Ada Perkembangan

Tim gabungan Densus 88, Inafis, dan Gegana Polda Metro Jaya sudah melakukan olah TKP di area masjid dan sekolah.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budhi Hermanto membenarkan adanya ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta. Dua orang terluka dan sudah dibawa ke rumah sakit.

“Benar, ada ledakan. Dua korban sudah dibawa ke rumah sakit. Sumber ledakan masih kami selidiki,” kata Budhi.

Kini, situasi sudah aman dan terkendali. Polisi tetap berjaga untuk mencegah kepanikan warga sekitar. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah
6 Pelajar Jadi Tersangka Kericuhan May Day Bandung, Polisi Sita Bom Molotov

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB