Wanita Menangis Disiksa Pacar, Polisi Bongkar Modus Ajak Aksi Kriminal

Sabtu, 15 November 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penganiayaan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Penganiayaan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Kasus penganiayaan sadis kembali mencoreng jagat maya dan langsung menggegerkan publik. Sementara itu, sebuah video viral menampilkan korban merekam sendiri saat pelaku menyiksanya karena ia menolak ajakan untuk melakukan aksi kriminal.

Tak lama kemudian, setelah video itu menyebar luas di media sosial, Polda Metro Jaya langsung bergerak cepat. Selanjutnya, aparat memburu pelaku dan akhirnya meringkusnya di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, memastikan pihaknya sudah menangkap pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelakunya sudah kita amankan tadi malam,” ujar Rahim kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).

Selanjutnya, penyidik memeriksa pelaku secara intensif untuk mengungkap motif, jaringan yang terlibat, dan kemungkinan adanya korban lain.

Baca Juga :  Driver Ojol Pontianak Dipukul Oknum TNI, Operasi Patah Hidung Dijadwalkan Rabu

Dalam video yang beredar, pelaku tampak memakai baju merah dan celana pendek oranye. Korban juga merekam detik-detik ketika pelaku menyerangnya secara brutal.

Korban terlihat menangis, rambutnya acak-acakan, dan suaranya bergetar saat ia berusaha menjauh.

“Gue udah diem, lu mukul lagi. Gue udah diem, gue mau pergi tadinya, gue mau pesan grab. Ya udah sana, jangan dekat-dekat gue,” ucap korban sambil menahan tangis.

Video itu turut mengungkap dugaan motif baru: pelaku menganiaya korban lantaran korban menolak terlibat dalam aksi kriminal yang ia rencanakan.

Lebih lanjut, narasi video memunculkan dugaan mengejutkan: korban bukan satu-satunya.

Pelaku disebut menjebak sejumlah perempuan lewat hubungan asmara, lalu memaksa mereka terlibat tindak kejahatan. Ketika mereka menolak, pelaku diduga melakukan penganiayaan untuk mengontrol dan menekan para korban.

Baca Juga :  Mafia Elpiji 3 Kg Dibongkar Polda Metro, Gas Oplosan Beroperasi 18 Bulan di Jaktim–Depok

Kini, polisi menelusuri semua dugaan tersebut. Jika terbukti, kasus ini dapat berkembang menjadi kekerasan dalam pacaran (KDP), pemaksaan tindakan kriminal, hingga dugaan perdagangan orang apabila ditemukan unsur eksploitasi.

Polisi Dalami Motif dan Cari Korban Tambahan

Informasi terbaru yang dihimpun Posnews menyebutkan bahwa penyidik saat ini:

  • Memeriksa ponsel pelaku dan korban untuk melacak rekam jejak komunikasi.
  • Menelusuri lokasi penganiayaan yang terlihat dalam video.
  • Mengumpulkan keterangan saksi di Cilincing dan area sekitar tempat tinggal pelaku.
  • Mengidentifikasi kemungkinan korban lain yang disebut dalam narasi video.
  • Polda Metro Jaya menegaskan akan menangani kasus ini secara tegas, transparan, dan tuntas. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB