SELAYAR, POSNEWS.CO.ID – Misteri tenggelamnya KM Nurul Salsa yang menelan korban jiwa dan menyisakan 25 penumpang hilang kini masuk tahap penyelidikan polisi.
Aparat memeriksa nakhoda, sembilan anak buah kapal (ABK), serta para penumpang yang selamat untuk mengungkap detik-detik kapal tersebut terbalik dan tenggelam di tengah laut.
KM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan mengatakan polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK pada Sabtu (18/7/2026) pagi di Polsek Pasimasunggu.
“Saat ini kami mulai melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda, ABK,” kata Didid.
Polisi juga meminta keterangan para penumpang yang selamat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan laut yang membuat puluhan orang tercebur ke laut.
78 Orang Berada di Kapal, 25 Masih Hilang
Basarnas memperbarui data korban setelah melakukan verifikasi bersama keluarga korban, pemerintah daerah, aparat desa, Syahbandar, dan instansi terkait.
Dari hasil pendataan terbaru, 78 orang berada di atas KM Nurul Salsa. Sebanyak 52 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam pencarian.
Petugas mencocokkan data manifest kapal dengan laporan keluarga dan identitas korban yang telah dievakuasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
SAR Sisir Laut dan Udara, Pelampung Gagal Diambil
Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian melalui jalur laut dan udara.
Basarnas membagi area pencarian menjadi dua sektor berdasarkan analisis arus, angin, dan kemungkinan pergerakan korban.
Dalam pencarian hari ketiga, tim menemukan sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa. Namun, gelombang tinggi membuat petugas gagal mengamankan benda tersebut.
“Pencarian akan terus kami lanjutkan dengan mengevaluasi hasil penyisiran dan seluruh temuan di lapangan,” kata Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar.
Polisi Selidiki Penyebab Kapal Tenggelam
Selain membantu operasi kemanusiaan, polisi kini fokus mengungkap penyebab kapal tenggelam. Aparat memeriksa nakhoda, ABK, dan para penumpang yang selamat.
Polisi juga terus memperbarui data korban agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Basarnas bersama TNI AL, Polairud, BPBD, Syahbandar, pemerintah daerah, dan nelayan terus mencari 25 korban yang masih hilang.
Operasi SAR kembali dilanjutkan pada Sabtu (18/7/2026) melalui penyisiran laut dan udara.
Masyarakat yang memiliki informasi mengenai korban atau benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa diminta segera melapor kepada posko SAR terdekat. **
Editor : Hadwan













