Fakta Baru Ledakan Bom Mortir di Biak, TNT Aktif Saat Digergaji

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, ledakan Bom. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, ledakan Bom. (Posnews/Ist)

JAYAPURA, POSNEWS.CO.ID – Ledakan dahsyat bom mortir peninggalan Perang Dunia II yang merenggut sembilan nyawa di Kabupaten Biak Numfor, Papua, akhirnya mulai menemui titik terang.

Hasil investigasi Laboratorium Forensik Polda Papua mengungkap, lima warga diduga menggergaji mortir yang masih berisi bahan peledak aktif hingga memicu ledakan mematikan.

Kabid Laboratorium Forensik Polda Papua AKBP I Gede Suhartawan mengatakan hasil uji laboratorium memastikan mortir tersebut mengandung Trinitrotoluene (TNT), bahan peledak berkekuatan tinggi.

“Berdasarkan hasil analisis ilmiah, ledakan dipicu oleh aktivitas pemotongan mortir menggunakan gergaji besi,” kata Gede, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, panas akibat gesekan gergaji mengaktifkan fuse dan booster hingga memicu detonasi TNT.

Tim Forensik Temukan Kawah dan Sita 111 Barang Bukti

Tim Laboratorium Forensik menemukan pusat ledakan di kolong rumah warga di Kompleks Perikanan, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota.

Ledakan itu membentuk kawah berdiameter sekitar 3,6 meter dengan kedalaman 80 sentimeter.

Penyidik juga menyita 111 barang bukti, termasuk 88 serpihan mortir, mata gergaji, mesin gerinda, proyektil logam, sampel material, dan pakaian korban.

Hasil pemeriksaan memastikan seluruh serpihan berasal dari jenis mortir yang sama.

Baca Juga :  Detik-Detik Bocah 9 Tahun Dievakuasi dari Sumur 10 Meter di Bogor

Penyidik Periksa 25 Saksi

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Parasian Herman Gultom mengatakan penyidik telah memeriksa 25 saksi.

Penyidik menduga lima warga memotong atau membongkar mortir hingga memicu ledakan.

“Hasil penyidikan menunjukkan lima warga diduga memotong mortir yang masih aktif hingga memicu ledakan,” kata Parasian.

Ledakan terjadi di Kompleks Perikanan, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.

Polda Papua masih menyelidiki kasus tersebut dan mengimbau warga tidak menyentuh sisa amunisi perang karena masih berpotensi meledak. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Kebakaran Paniai: 11 Orang Tewas, 20 Luka dan 40 Rumah Ludes
Kakak Beradik di Banyuasin Dibunuh, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 07:14 WIB

Tragedi Kebakaran Paniai: 11 Orang Tewas, 20 Luka dan 40 Rumah Ludes

Selasa, 8 September 2026 - 06:28 WIB

Kakak Beradik di Banyuasin Dibunuh, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Berita Terbaru

Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan setelah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Humas PGS)

NASIONAL

Soetta Kembali Berdenyut, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:15 WIB

Microsoft memperkenalkan Project Zenith, versi Windows 11 khusus developer dengan fokus AI lokal dan syarat RAM 64GB. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Perkenalkan Project Zenith, Versi Windows 11 Khusus

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:00 WIB