JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi premanisme seorang pemuda bersenjata golok yang meresahkan warga Citeureup, Kabupaten Bogor, akhirnya terhenti.
Polisi menangkap IK (18) setelah pelaku dua kali meneror pemilik warung dalam satu malam.
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap pelaku nekat berbuat onar karena merasa sebagai “anak kampung sini” sehingga menganggap dirinya bebas bertindak sesuka hati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Citeureup Kompol Eddy Santosa mengatakan pelaku tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Rasa percaya diri sebagai warga sekitar diduga membuat IK berulang kali meresahkan masyarakat.
“Pelaku merasa sebagai orang situ. Ternyata tempat kosnya juga tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Eddy, Jumat (17/7/2026).
Sering Intimidasi dan Diduga Memalak Warga
Polisi mengungkap pelaku tidak hanya mengancam menggunakan golok, tetapi juga diduga kerap meminta uang atau barang kepada warga.
Ulah tersebut membuat masyarakat resah hingga akhirnya melapor ke polisi.
Berbekal laporan warga, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Polisi masih mendalami hasil pemeriksaan, termasuk kemungkinan pelaku berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat beraksi.
Teror Dua Warung dalam Satu Malam
Penyelidikan menunjukkan IK menjalankan aksinya di dua lokasi berbeda pada Senin (13/7/2026) dini hari.
Aksi pertama terjadi sekitar pukul 00.35 WIB di sebuah warung jamu di kawasan Kamurang, Kecamatan Citeureup. Saat itu, pelaku mengacungkan golok untuk mengintimidasi korban.
Sekitar tiga jam kemudian, IK kembali membawa golok dan mengancam penjaga warung kelontong di Kelurahan Puspanegara, yang masih berada di Kecamatan Citeureup.
“Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku mengakui kembali melakukan aksi serupa sekitar pukul 03.55 WIB di warung kelontong di Kelurahan Puspanegara,” ujar Eddy.
Polisi kini terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan pelaku selama meresahkan warga. **
Editor : Hadwan













