Longsor di Nunukan Bikin 13 Desa Terisolasi, BBM dan Listrik Mulai Krisis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Material longsor menutup akses jalan dan mengisolasi 1.507 warga di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan. (Posnews/BNPB

Material longsor menutup akses jalan dan mengisolasi 1.507 warga di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan. (Posnews/BNPB

NUNUKAN, POSNEWS.CO.ID – Bencana longsor mengurung 1.507 warga di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Material tanah dan lumpur menutup jalan utama serta merusak akses jembatan penghubung sehingga warga di 13 desa kini menghadapi gangguan distribusi logistik, BBM, hingga pasokan listrik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan longsor terjadi pada Selasa (7/7/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah dengan kondisi tanah yang labil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, material longsor menutup jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat dan Krayan Selatan.

Kondisi tersebut membuat 460 kepala keluarga atau 1.507 jiwa di 13 desa terdampak terisolasi.

Ketiga belas desa itu meliputi Long Pa’sia, Liang Lunuk, Long Budung, Pa’ Dalan, Pa’ Urang, Pa’tera, Pa’ Sing, Long Pupung, Pa’ Upan, Long Birar, Pa’ Kaber, Pa’ Amai, dan Pa’ Ibang.

Baca Juga :  AKBP Basuki Dipatsus, Diduga Langgar Etik Terkait Kematian Dosen Untag Semarang

“BPBD Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak,” kata BNPB dalam laporan resminya.

Jembatan Lumpuh, Logistik dan BBM Tersendat

Dampak longsor tidak berhenti pada putusnya akses jalan. Jembatan penghubung Krayan Barat dan Krayan Selatan juga tidak bisa dilalui.

Akibatnya, distribusi logistik, BBM, dan mobilitas warga ikut terganggu. Bahkan, kendaraan pengangkut BBM dari Desa Long Bawan menuju Desa Long Kayu belum dapat beroperasi.

Situasi tersebut kemudian memukul pasokan listrik warga. Jika sebelumnya masyarakat masih bisa menikmati listrik hingga 12 jam sehari, kini pasokan listrik menyusut menjadi hanya empat jam, yakni pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat.

BNPB Perintahkan Tim Bergerak

Kepala BNPB Suharyanto langsung menginstruksikan Kedeputian Penanganan Darurat BNPB untuk memperkuat pendampingan dan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Instruksi itu diberikan setelah kaji cepat menunjukkan dampak bencana terus meluas.

“Kami terus memantau perkembangan hasil kaji cepat di lapangan dan dalam kesempatan pertama saya perintahkan tim untuk menuju ke sana,” kata Suharyanto, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Amankan 351 Orang Saat Aksi di DPR, 196 Anak di Bawah Umur

Nunukan Tetapkan Status Tanggap Darurat

Untuk mempercepat penanganan, Bupati Nunukan menetapkan Keputusan Bupati Nunukan Nomor 478 Tahun 2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Alam Tanah Longsor di Kecamatan Krayan Selatan.

Status tersebut berlaku selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Juli 2026, dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan.

BNPB dan pemerintah daerah memprioritaskan pengiriman BBM, obat-obatan, susu balita, beras, dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.

“BNPB dan pemerintah daerah terus berkoordinasi memenuhi kebutuhan warga serta memulihkan akses ke wilayah terisolasi,” ujar Suharyanto.

Hingga kini, BNPB dan BPBD Nunukan masih memantau kondisi di lapangan serta memperbarui data warga terdampak.

Pemerintah juga terus berupaya membuka kembali akses yang terputus agar distribusi kebutuhan pokok dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baku Tembak Saat Operasi di Yahukimo, Tiga Orang Diduga Anggota KKB Tewas
Wanita Nekat Selundupkan Diduga Sabu di Alat Vital ke Lapas Banyuwangi
Merasa ‘Anak Kampung Sini’, Pemuda Bawa Golok Teror Warga Citeureup
Bunuh Kekasih di Kebun Jati, Pelaku Rampas Harta Korban dan Hapus Jejak Digital
Fakta Baru Ledakan Bom Mortir di Biak, TNT Aktif Saat Digergaji
Kasus Narkoba New Star Club Bali Naik ke Pengadilan, Police Line Dicabut
Pedagang Sayur Keliling Dibegal Saat Berangkat Dagang di Serang
Pembunuh 3 Polisi di Katingan Dilimpahkan, Bareskrim Serahkan Barang Bukti

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:28 WIB

Longsor di Nunukan Bikin 13 Desa Terisolasi, BBM dan Listrik Mulai Krisis

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:43 WIB

Wanita Nekat Selundupkan Diduga Sabu di Alat Vital ke Lapas Banyuwangi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:40 WIB

Merasa ‘Anak Kampung Sini’, Pemuda Bawa Golok Teror Warga Citeureup

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:34 WIB

Bunuh Kekasih di Kebun Jati, Pelaku Rampas Harta Korban dan Hapus Jejak Digital

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31 WIB

Fakta Baru Ledakan Bom Mortir di Biak, TNT Aktif Saat Digergaji

Berita Terbaru

Kuasa hukum Febrie Adriansyah Hotman Paris memberikan keterangan terkait pemeriksaan kasus dugaan korupsi dan TPPU PT Asabri.(Posnews/Instagram)

JABODETABEK

Kasus Asabri: Febrie Adriansyah Diperiksa 10 Jam, Ini Hasilnya

Sabtu, 18 Jul 2026 - 06:35 WIB