Prabowo Resmi Teken KUHAP Baru, Berlaku Bareng KUHP Mulai Januari 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menandatangani UU KUHAP baru yang berlaku bersamaan dengan KUHP pada Januari 2026. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menandatangani UU KUHAP baru yang berlaku bersamaan dengan KUHP pada Januari 2026. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru. Aturan ini dipastikan mulai berlaku bersamaan dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada awal Januari 2026.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, Presiden Prabowo telah meneken UU KUHAP pada Desember 2025.

Dengan demikian, penerapannya langsung berjalan seiring pemberlakuan KUHP baru pada 2 Januari 2026.

“Ya, Presiden sudah menandatangani undang-undangnya. KUHAP diberlakukan bersamaan dengan KUHP,” ujar Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12).

Sementara itu, pemerintah terus mematangkan aturan turunan agar implementasi KUHP dan KUHAP baru berjalan mulus.

Baca Juga :  Sindikat Curanmor Cengkareng Dibekuk, Polisi Temukan Senjata Api dan Peralatan Pecah Kunci

Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej menyebut, pemerintah telah menyiapkan enam peraturan pelaksana, masing-masing tiga untuk KUHP dan tiga untuk KUHAP.

Menurut Eddy, aturan tersebut mencakup Peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan KUHP, mekanisme keadilan restoratif, hingga Peraturan Presiden mengenai sistem peradilan pidana berbasis teknologi informasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh regulasi itu ditargetkan rampung sebelum 2 Januari 2026.

“Dua aturan sudah melalui harmonisasi. Sisanya kami kebut agar seluruh peraturan pelaksana bisa berlaku bersamaan dengan KUHP dan KUHAP yang baru,” tegas Eddy usai penandatanganan MoU Polri dan Kejaksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Apel Ojol Kamtibmas di Monas, Ojol Diajak Bantu Polisi Jaga Jakarta Aman

Lebih lanjut, Eddy memastikan aparat penegak hukum siap menjalankan aturan anyar tersebut. Polri dan Kejaksaan, kata dia, telah menyamakan persepsi agar penerapan KUHP-KUHAP baru tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

“Keraguan publik soal kesiapan aparat kami jawab hari ini. Polri dan Kejaksaan siap menjalankan KUHP dan KUHAP baru,” pungkasnya.

Pemerintah berharap penerapan KUHAP dan KUHP baru mampu memperkuat kepastian hukum, modernisasi sistem peradilan pidana, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB