Indonesia Aman, Densus 88 Ringkus 51 Tersangka Terorisme Sepanjang 2025

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono. (Posnews/Ist)

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat penurunan signifikan kasus terorisme sepanjang 2025. Sepanjang tahun ini, aparat berhasil mengamankan 51 tersangka tindak pidana terorisme di berbagai wilayah Indonesia.

Capaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers rilis akhir tahun Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan, jumlah penangkapan tersangka terorisme pada 2025 menunjukkan tren penurunan yang konsisten.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah penangkapan sepanjang 2025 sebanyak 51 orang,” ujar Syahardiantono.

Jika dibandingkan, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 147 tersangka, serta tahun 2024 sebanyak 55 tersangka. Penurunan ini dinilai mencerminkan efektivitas strategi pencegahan yang dijalankan aparat keamanan.

Baca Juga :  Arus Mudik Lebaran 2026 Dipantau Ketat, Wakapolri Tinjau Command Center KM 29

Lebih lanjut, Syahardiantono mengungkapkan, Indonesia kembali mencatat nol aksi terorisme sepanjang 2025. Kondisi zero terrorism attacks ini telah berlangsung secara beruntun sejak 2023.

“Tidak terjadi aksi terorisme di Indonesia sepanjang 2025. Situasi kondusif ini terus terjaga sejak 2023,” tegasnya.

Keberhasilan tersebut, lanjut dia, tidak lepas dari pendekatan komprehensif Densus 88 yang mengombinasikan hard approach dan soft approach. Strategi tersebut meliputi deteksi dini, preventive strike, serta penindakan tegas terhadap jaringan terorisme.

Baca Juga :  Tragedi Gempa NTT, 1.245 Orang Jadi Korban dan 27.700 Warga Mengungsi

Di sisi lain, Densus 88 juga mengintensifkan pendekatan lunak, seperti sosialisasi kebangsaan, penguatan narasi moderat, pemberdayaan mantan narapidana terorisme beserta keluarganya, serta kolaborasi nasional dan internasional.

Langkah terpadu ini dinilai efektif dalam menekan radikalisme sekaligus mencegah lahirnya sel-sel teror baru, sehingga stabilitas keamanan nasional tetap terjaga.

Dengan capaian tersebut, Polri optimistis tren penurunan terorisme dapat terus dipertahankan, sekaligus memperkuat rasa aman masyarakat di seluruh Indonesia.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Endus Setoran Kantah ke Oknum Kanwil BPN Jatim, Uang Asing dan Emas Disita
Baru Pamer KTA PSI, Jokowi: Suka-Suka Saya, Politik Itu Momentum
KPK Sita USD, SGD hingga Emas di BPN Jatim, Ada Petunjuk Penerimaan Tunai
9 Pemuda Diamankan di Cibubur, Polisi Temukan 9 Klip Diduga Tembakau Sintetis
Putar Balik Berujung Tabrakan di Plasa Senayan, 3 Orang Terluka
Bupati Gowa Sitti Husniah Segera Diperiksa, Polisi Buka Peluang Penahanan
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Mendadak Kosong, Kemenimipas Telusuri Barang
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 06:07 WIB

KPK Endus Setoran Kantah ke Oknum Kanwil BPN Jatim, Uang Asing dan Emas Disita

Minggu, 27 September 2026 - 20:17 WIB

Baru Pamer KTA PSI, Jokowi: Suka-Suka Saya, Politik Itu Momentum

Minggu, 27 September 2026 - 14:12 WIB

KPK Sita USD, SGD hingga Emas di BPN Jatim, Ada Petunjuk Penerimaan Tunai

Minggu, 27 September 2026 - 13:57 WIB

9 Pemuda Diamankan di Cibubur, Polisi Temukan 9 Klip Diduga Tembakau Sintetis

Sabtu, 26 September 2026 - 21:17 WIB

Putar Balik Berujung Tabrakan di Plasa Senayan, 3 Orang Terluka

Berita Terbaru