Pembunuhan Sadis di Serang, Pembuat Keripik FH Tewas di Hujani 22 Tusukan

Selasa, 30 Desember 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

SERANG, POSNEWS.CO.ID – Pembunuhan sadis mengguncang warga Kabupaten Serang, Banten. Seorang perempuan pembuat keripik pisang berinisial FH (42) ditemukan tewas di rumahnya di Kampung Sidilem, Desa Tegalaluhur, Kecamatan Waringinkurung, Senin (29/12/2025).

Hasil pemeriksaan forensik mengungkap, korban mengalami 22 luka tusuk di sejumlah bagian tubuh. Polisi menduga, pelaku merupakan pria yang sebelumnya datang ke rumah korban dengan dalih mengambil keripik untuk dijual kembali.

Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto mengatakan, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban mengalami 22 luka tusuk. Barang bukti yang kami amankan antara lain handphone korban, selimut, dan kasur dari dalam rumah,” ujar Iptu Hari, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga :  Jam Krusial Empat Bom Meledak di SMAN 72 Jakarta Utara, ABH Terekam CCTV

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum korban ditemukan tewas, warga sekitar sempat mendengar teriakan dari dalam rumah FH. Setelah itu, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Selain itu, polisi mendapati fakta bahwa jasad korban sempat dibungkus menggunakan kasur yang berada di dalam kamar.

“Menurut saksi memang ada teriakan. Namun terkait alasan korban dibungkus kasur, saksi belum dapat menjelaskan,” jelasnya.

Sementara itu, kronologi kejadian mulai terungkap. Pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB, seorang tetangga korban berinisial SI datang ke rumah FH untuk mengambil keripik pisang yang akan dijual.

Baca Juga :  Geger! Mayat Remaja Tewas Terkubur di Rembang, Pelaku Ditangkap Saat Kabur

Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB, SI kembali ke rumah korban untuk mengembalikan sisa dagangan. Namun, saat masuk ke dalam rumah, SI justru menemukan korban tergeletak bersimbah darah.

“Melihat korban dalam kondisi tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar,” kata Iptu Hari.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu pelaku. Aparat juga mendalami motif pembunuhan serta menelusuri hubungan korban dengan pria terakhir yang datang ke rumahnya.

Kasus ini menyita perhatian warga setempat dan menjadi prioritas kepolisian untuk segera diungkap.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baru Pulang Kuliah, Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar
DPO Narkoba Internasional Dibekuk di Riau, Bareskrim Sita Narkotika Senilai Rp137 Miliar
Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen
Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Etomidate dalam Botol Obat Batuk dan Sabu di Rambut Terbongkar di Rutan Salemba
Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital
Controlled Delivery Bareskrim Berbuah Manis, Kurir dan Bendahara Jaringan Diciduk
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:09 WIB

Baru Pulang Kuliah, Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:34 WIB

DPO Narkoba Internasional Dibekuk di Riau, Bareskrim Sita Narkotika Senilai Rp137 Miliar

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:14 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Berita Terbaru

Ilustasi, Taktik baru perang informasi. Biro Keamanan Nasional Taiwan meluncurkan situs pelaporan khusus guna memikat warga Tiongkok yang kecewa pada sistem pemerintahan Beijing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Luncurkan Situs Pelaporan Intelijen

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:14 WIB

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB