BNPB Pastikan Semua Jalan dan Jembatan Nasional Aceh Pulih Pascabanjir 2025

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari. (Posnews/BNPB)

Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari. (Posnews/BNPB)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – BNPB memastikan seluruh jalan dan jembatan nasional di Aceh sudah kembali normal. Akses yang sempat lumpuh akibat bencana kini bisa dilalui 100 persen, sesuai target pemerintah pada 30 Desember 2025.

Kepala Pusat Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, menegaskan pemulihan ini berjalan sesuai rencana Kementerian PUPR.

“Targetnya 30 Desember. Alhamdulillah, semua jalan dan jembatan nasional di Aceh sudah pulih,” kata Abdul, Kamis (1/1/2026).

Pulihnya akses darat ini jadi kabar lega. Distribusi logistik kembali lancar. Listrik dan komunikasi juga mulai pulih pascabencana.

Sejumlah jalur vital kini tersambung kembali. Banda Aceh–Medan via lintas timur aman dilalui. Jalur Banda Aceh–Nagan Raya lewat lintas barat juga sudah normal. Begitu pula Nagan Raya–Takengon.

Tak cuma itu, jalur Lhokseumawe–Takengon, Bireuen–Bener Meriah, hingga Pidie–Takengon juga sudah bisa dilewati kendaraan.

Meski begitu, masih ada beberapa jembatan yang diperbaiki. Namun, BNPB memastikan jalur alternatif tersedia, sehingga arus lalu lintas tetap berjalan.

Baca Juga :  Antara Keadilan Sosial dan Beban Anggaran di Tahun 2026

“Dari 16 jembatan putus, 12 sudah beres. Empat sisanya tetap bisa dilewati lewat jalur alternatif,” jelas Abdul.

BNPB juga mencatat 360 dari 361 titik longsor di Aceh sudah tertangani. Longsoran tebing hingga badan jalan putus berhasil diperbaiki.

Abdul menegaskan, pemulihan ini hasil kerja bareng lintas sektor. Pemerintah kini menggeber pemulihan sektor energi yang ditargetkan tuntas pertengahan Januari.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:54 WIB

Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB