KEPULAUAN GALAPAGOS, POSNEWS.CO.ID – Burung laut tropis ini memiliki nama yang kurang menyanjung. Nama “Booby” konon berasal dari kata Spanyol “bobo” yang berarti “badut” atau “bodoh”. Julukan ini melekat karena gerakan mereka yang kikuk dan menggelikan saat berjalan di daratan. Selain itu, mereka sering kali terlalu berani dan tidak takut pada manusia, sehingga mudah tertangkap.
Namun, kecanggungan itu lenyap seketika saat mereka menyentuh udara. Booby adalah mesin pemburu ikan yang ulung. Saat melihat mangsa, mereka melipat sayap panjang ke belakang tubuh rampingnya, lalu terjun bebas ke laut dari ketinggian 80 kaki tanpa menimbulkan banyak cipratan air.
Spesialis Pemburu Ikan Kecil
Di Kepulauan Galapagos, terdapat tiga varian utama: Booby kaki biru, kaki merah, dan bertopeng. Ketiganya berbagi habitat namun memiliki wilayah operasi yang berbeda demi menghindari persaingan. Si kaki biru mencari ikan di dekat pantai, si topeng berburu sedikit lebih jauh, sedangkan si kaki merah menjelajah hingga lautan lepas.
Mereka biasanya berburu dalam kelompok kecil berisi sekitar 12 ekor. Saat pemimpin melihat kawanan ikan sarden atau makarel, ia segera memberi sinyal. Serentak, mereka menyelam bak peluru kendali. Uniknya, meski berburu bersama secara kooperatif, mereka lebih memilih menyantap hasil tangkapan sendirian di pagi atau sore hari.
Tarian Kaki Biru
Daya tarik utama spesies ini tentu terletak pada kaki biru cerah mereka. Kaki ini memainkan peran vital dalam ritual “tarian booby” yang terkenal. Pejantan akan berjalan mengelilingi betina sambil mengangkat kaki birunya tinggi-tinggi ke udara. Ia juga merentangkan sayap dan menengadahkan paruh ke langit (sky pointing) untuk memikat pasangannya.
Setelah kawin, pasangan ini melakukan ritual unik lain. Mereka berpura-pura membangun sarang, namun ironisnya tidak pernah menggunakannya. Saat betina siap bertelur, mereka justru menyingkirkan sarang itu dan meletakkan telur langsung di atas tanah gersang yang terpanggang matahari.
Inkubasi dengan Telapak Kaki
Metode pengeraman mereka pun terbilang tak lazim. Tidak seperti burung lain yang menggunakan kulit perut gundul (brood patches) untuk menghangatkan telur, Booby menggunakan kaki berselaput mereka. Pembuluh darah yang melimpah di kaki tersebut menghantarkan panas yang esensial bagi telur berkulit tebal itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jantan dan betina bergantian menjaga calon anak mereka. Setelah menetas, sang ayah mengambil peran utama mencari makan di awal kehidupan anak. Ekor jantan yang lebih panjang memungkinkan mereka menyelam dangkal di dekat pantai, memastikan pasokan ikan kecil yang konstan bagi si kecil yang rakus.
Sisi Gelap Bertahan Hidup
Namun, di balik penampilan jenaka mereka, tersimpan strategi bertahan hidup yang kejam. Induk Booby bisa menetaskan hingga tiga telur. Sayangnya, di masa sulit, hukum alam berlaku brutal lewat mekanisme “pembunuhan saudara oportunistik”.
Anak sulung, yang menetas beberapa hari lebih awal, memiliki tubuh lebih besar dan kuat. Ia akan mendominasi jatah makanan dari induk. Jika ikan langka, ia akan membiarkan adiknya kelaparan atau kalah bersaing hingga mati. Sistem ini terdengar sadis, namun efektif. Cara ini menjamin setidaknya satu keturunan kuat bertahan hidup, daripada membiarkan ketiganya mati kelaparan bersama karena berbagi makanan yang tidak cukup.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia

















