Komisi III DPR Tegur Anwar Usman Usai Peringatan MKMK – Diminta Bertindak Layaknya Negarawan

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. (Posnews/Ist)

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi III DPR RI menegur keras Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman agar bersikap layaknya negarawan.

Teguran ini muncul menyusul peringatan resmi dari Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait ketidakhadiran Anwar Usman dalam sidang dan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH).

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo menegaskan, sebagai hakim konstitusi, Anwar Usman harus memberi teladan kepada publik.

“Karena beliau hakim MK, sebaiknya bertindak layaknya negarawan,” tegas Rudianto, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, seorang negarawan wajib menjaga sikap, etika, dan kepantasan dalam setiap tindakan. Oleh sebab itu, ia menilai hakim konstitusi harus menjauh dari pelanggaran disiplin maupun etik.

Baca Juga :  Aksi Demo 25 Agustus di DPR, KSPSI Larang Anggota Ikut karena Tak Jelas Penanggung Jawab

“Negarawan itu menghindari praktik pelanggaran disiplin, pelanggaran etik, dan pelanggaran kepantasan,” ujarnya.

Namun demikian, Rudianto menegaskan Komisi III DPR RI tidak ikut campur dalam keputusan MKMK. Ia menilai pemberian peringatan merupakan kewenangan penuh lembaga etik MK tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu kewenangan MKMK. Mereka sudah memberi peringatan soal ketidakhadiran,” tandasnya.

Anwar Usman Mengaku Terkejut

Sementara itu, Anwar Usman mengaku kaget atas surat peringatan yang dilayangkan MKMK, terutama karena permasalahan tersebut terekspos ke publik.

“Saya juga kaget dapat surat peringatan dari MKMK soal ketidakhadiran. Saya ini hakim konstitusi paling lama,” kata Anwar di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga :  WFA Berlaku di DKI Jakarta 29–31 Desember, Pramono Pastikan Pelayanan Optimal

Ia menjelaskan, ketidakhadirannya dipicu kondisi sakit. Bahkan, dokter sempat menyarankan rawat inap dan melarangnya beraktivitas.

Namun, Anwar mengaku tetap memaksakan diri keluar rumah demi menghadiri pernikahan anaknya, sebelum akhirnya menjalani perawatan jalan cukup lama.

Paman Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu juga mempertanyakan sikap MKMK. Pasalnya, dengan pengalaman dua periode di MK—baik sebagai hakim maupun Ketua MK—ia mengklaim sangat memahami aturan kehadiran.

“Saya paham betul soal absensi dan tata tertib,” ujarnya.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, lantaran menyangkut etika hakim konstitusi dan citra Mahkamah Konstitusi di mata masyarakat.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB