Aksi Demo 25 Agustus di DPR, KSPSI Larang Anggota Ikut karena Tak Jelas Penanggung Jawab

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

Ilustrasi, BEM SI demo di DPR/MPR RI. Dok: Istimewa

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Aksi unjuk rasa di Gedung DPR pada Senin, 25 Agustus 2025, viral di media sosial. Hingga saat ini, belum jelas siapa kelompok atau individu yang bertanggung jawab atas rencana aksi tersebut.

Tokoh gerakan sipil perburuhan, Jumhur Hidayat, menegaskan pelarangan partisipasi anggota KSPSI dalam aksi ini.

“Karena tidak jelas siapa penanggung jawab dan isu yang dituntut, saya melarang seluruh anggota dan keluarga besar KSPSI di Jabodetabek mengikuti aksi 25 Agustus,” kata Jumhur, Sabtu (23/8/2025).

Baca Juga :  Sadis, Dua Eksekutor Habisi Korban di TPU Bekasi Barat - Motif Utang Terungkap

Menurutnya, aksi tanpa penanggung jawab berpotensi menjadi anarkis, bahkan bisa menimbulkan konflik yang dimanfaatkan untuk pertarungan politik elit.

“Jika tidak dikendalikan, aksi ini bisa mengorbankan rakyat untuk kepentingan politik tertentu,” tambah mantan Kepala BNP2TKI tersebut.

Baca Juga :  Kebijakan Satu Anak China dan 60 Juta Pria yang Kesepian

Lebih lanjut, Jumhur menekankan pentingnya fokus pemerintah dalam menghadirkan keadilan dan memberantas korupsi di berbagai sektor.

Ia juga mengimbau semua gerakan masyarakat sipil, khususnya elemen buruh sahabat, untuk tidak mengambil bagian dalam aksi tersebut. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Populasi Paus di Afrika Selatan Terancam Akibat Pengalihan Jalur Kapal
China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran
China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan
Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer
ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:07 WIB

Populasi Paus di Afrika Selatan Terancam Akibat Pengalihan Jalur Kapal

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB