Alfred Nobel: Raja Dinamit yang Mewariskan Perdamaian

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penemu dinamit yang menyesali julukan

Penemu dinamit yang menyesali julukan "pedagang kematian". Wasiat mengejutkannya kini menjadi standar tertinggi pencapaian manusia. Dok: Istimewa.

STOCKHOLM, POSNEWS.CO.ID – Sejak 1901, Hadiah Nobel telah menjadi puncak pengakuan bagi pencapaian luar biasa manusia, mulai dari fisika hingga perdamaian. Namun, sedikit yang menyadari bahwa fondasi penghargaan mulia ini dibangun di atas tumpukan bahan peledak dan kekayaan seorang industrialis yang kesepian.

Alfred Nobel, lahir di Stockholm pada 1833, tumbuh dalam keluarga insinyur yang berpikiran maju. Ayahnya, Immanuel Nobel, membawa keluarga ke St. Petersburg, Rusia, di mana Alfred menerima pendidikan kelas satu.

Di usia 17 tahun, Alfred muda telah fasih lima bahasa. Menariknya, ia memiliki jiwa ganda: seorang peminat sastra dan puisi yang introvert, sekaligus kimiawan yang tajam. Meskipun ayahnya tidak menyukai sisi puitisnya dan mendorongnya menjadi insinyur, perpaduan inilah yang kelak membentuk warisannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjinakkan “Minyak Penghanus”

Titik balik hidupnya terjadi di Paris. Di sana, Alfred bertemu Ascanio Sobrero, penemu nitrogliserin. Cairan ini memiliki daya ledak dahsyat, jauh melebihi bubuk mesiu, tetapi sangat tidak stabil dan berbahaya. Sobrero sendiri menganggapnya tidak praktis.

Baca Juga :  Teater Pikiran Bawah Sadar: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Otak Saat Kita Bermimpi?

Alfred berpikir lain. Ia melihat potensi besar nitrogliserin untuk konstruksi, asalkan ia bisa menjinakkannya. Ia kembali ke Swedia pada 1863 dan memulai eksperimen berbahaya. Tragisnya, serangkaian ledakan terjadi, termasuk insiden fatal pada 1864 yang menewaskan adiknya, Emil.

Pemerintah kota Stockholm langsung melarang eksperimen tersebut. Pantang menyerah, Alfred memindahkan laboratoriumnya ke sebuah tongkang di tengah Danau Malaren. Di sanalah kejeniusannya bersinar.

Ia menemukan bahwa mencampur nitrogliserin dengan kieselguhr (tanah diatome) mengubah cairan labil itu menjadi pasta yang stabil. Ia bisa membentuknya menjadi batang yang aman untuk dimasukkan ke lubang bor. Pada 1867, ia mematenkan penemuan ini dengan nama “Dinamit”.

Tak hanya itu, ia juga menciptakan detonator dan blasting cap. Kombinasi penemuan ini drastis memangkas biaya peledakan batu, pengeboran terowongan, dan pembangunan kanal di seluruh dunia.

Wasiat yang Mengejutkan Dunia

Bisnis dinamit meledak di pasaran. Alfred membangun imperium bisnis dengan pabrik di lebih dari 20 negara dan memegang 355 paten saat ia meninggal. Namun, kekayaan melimpah tidak memberinya kehidupan pribadi yang hangat.

Baca Juga :  Trump Pertimbangkan Gandakan Kuota Pengungsi bagi Warga Kulit Putih

Di usia 43 tahun, ia merasa tua dan kesepian. Ia sempat mempekerjakan Countess Bertha Kinsky sebagai sekretaris, yang kemudian menjadi sahabat pena seumur hidupnya. Bertha, yang kemudian dikenal sebagai Bertha von Suttner, adalah aktivis perdamaian vokal dan penulis buku Lay Down Your Arms.

Kritik Bertha terhadap perlombaan senjata sangat memengaruhi Alfred. Oleh karena itu, saat Alfred menulis wasiat terakhirnya pada 1895, ia memasukkan kategori “Perdamaian” sebagai salah satu penghargaan, sebuah ironi manis dari seorang raja bahan peledak.

Ketika Alfred meninggal di San Remo pada 1896, wasiatnya mengejutkan keluarga dan dunia. Ia mewariskan sebagian besar kekayaannya untuk mendirikan Hadiah Nobel. Meskipun sempat ditentang kerabat dan dipertanyakan otoritas, para eksekutor wasiatnya berhasil mendirikan Yayasan Nobel.

Kini, visi Alfred Nobel terwujud sempurna. Ia berhasil menggabungkan pikiran tajam seorang ilmuwan dengan dinamisme industrialis, serta kepekaan seorang humanis yang mencintai sastra dan perdamaian.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:10 WIB

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:42 WIB

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Berita Terbaru

Panggung tidak biasa di Washington. Presiden Donald Trump merayakan hari ulang tahunnya yang ke-80 dengan menggelar ajang tarung bebas UFC langsung di halaman belakang Gedung Putih. Dok: (AP Photo/Rahmat Gul)

INTERNASIONAL

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Selasa, 16 Jun 2026 - 09:10 WIB

Terobosan besar diplomasi dunia. Presiden Donald Trump mengumumkan pencapaian kesepakatan damai dengan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Selasa, 16 Jun 2026 - 08:42 WIB