KSPI dan Partai Buruh Turun ke Jalan Hari Ini, Tolak UMP DKI 2026 dan UMSK Jabar

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan buruh memadati kawasan Monas Jakarta saat peringatan May Day 2026 dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Ist)

Ribuan buruh memadati kawasan Monas Jakarta saat peringatan May Day 2026 dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi besar kembali meledak hari ini di Jakarta. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh turun ke jalan kepung Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Mereka menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) se-Jawa Barat.

Sejak pagi, ribuan buruh bergerak menuju Istana Negara dengan konvoi sepeda motor dari berbagai titik di Jakarta dan Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi dijadwalkan mulai pukul 10.30 WIB dan berpotensi memicu kemacetan di pusat ibu kota.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memimpin langsung aksi tersebut. Ia menegaskan buruh menolak keras UMP DKI 2026 karena dinilai tidak mencerminkan kebutuhan hidup layak.

Baca Juga :  KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kasus Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar

“Ribuan buruh kembali aksi di depan Istana hari ini. Kami menolak UMP DKI 2026 dan UMSK Jawa Barat,” tegas Said Iqbal, Kamis (8/1/2026).

Buruh Tuntut UMP Naik ke Rp5,89 Juta

Lebih lanjut, Said Iqbal menyebut buruh menuntut revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar Rp5,89 juta per bulan.

Selain itu, buruh juga meminta UMSP DKI 2026 ditetapkan 5 persen di atas KHL.

Tak hanya itu, KSPI juga menolak penetapan UMSK di 19 kabupaten/kota se-Jawa Barat yang dinilai menyalahi rekomendasi kepala daerah.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Paksa 1.137 Warga Mengungsi, Terbanyak di Semper Barat - Genangan 35 Cm

Gugat Pemerintah ke PTUN

Said Iqbal mengungkapkan, KSPI dan Partai Buruh sudah melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait UMP DKI 2026 dan UMSK Jawa Barat.

Bahkan, mereka tengah mengkaji gugatan serupa di provinsi lain, termasuk Sumatera Utara.

“Perlawanan buruh tidak berhenti di jalan. Kami lanjutkan lewat jalur hukum,” tegas Said.

Hingga siang hari, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan ketat di sekitar Istana Negara. Pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan buruh tersebut.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:54 WIB

Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB