Bukit Pasir yang Bernyanyi dan Berjalan, Ancaman Indah

Sabtu, 10 Januari 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bukan sekadar tumpukan debu, bukit pasir adalah entitas hidup yang bisa berpindah ratusan meter, mengubur peradaban, bahkan mengeluarkan suara nyanyian misterius. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bukan sekadar tumpukan debu, bukit pasir adalah entitas hidup yang bisa berpindah ratusan meter, mengubur peradaban, bahkan mengeluarkan suara nyanyian misterius. Dok: Istimewa.

NINGXIA, POSNEWS.CO.ID – Bagi mata awam, gurun pasir tampak sunyi dan statis. Namun, bagi para ilmuwan dan penduduk yang tinggal di tepiannya, bukit pasir adalah raksasa tidur yang sedang bergerak. Masalah utama yang mereka hadapi adalah “penyerobotan” (encroachment): bukit-bukit ini merayap pasti, didorong oleh angin, mengancam akan menelan gedung dan tanaman pangan di Afrika, Timur Tengah, dan China.

Program Lingkungan PBB (UNEP) bahkan telah menjadikan pencegahan bukit pasir yang melahap kota sebagai prioritas global. Di sisi lain, habitat keras ini menyediakan ceruk bagi tanaman dan hewan langka yang telah beradaptasi secara khusus.

Bentuk yang Menipu Mata

Pasir sendiri biasanya terdiri dari mineral keras seperti kuarsa. Warna kuning atau kemerahan menandakan kehadiran zat besi, sementara pasir putih adalah gipsum murni. Menariknya, angin memahat material ini menjadi berbagai bentuk geometris raksasa.

Bentuk paling umum di Bumi (dan Mars) adalah sabit (crescentic). Gundukan ini melebar dan terbentuk di bawah tiupan angin satu arah yang konsisten. Faktanya, jenis ini bergerak paling cepat. Di Provinsi Ningxia, China, sekelompok bukit pasir tercatat berpindah lebih dari 100 meter per tahun.

Baca Juga :  Mediasi Kasus Ijazah Jokowi Jadi Opsi, Komisi Reformasi Polri Buka Pintu Restorative Justice

Berbeda halnya dengan bukit pasir bintang (star dunes). Bentuk ini tumbuh ke atas, bukan melebar, menyerupai piramida dengan lengan-lengan yang memancar dari pusat. Di Gurun Badain Jaran, China, bukit bintang menjulang hingga 500 meter, menjadikannya calon bukit pasir tertinggi di Bumi.

Fisika Longsoran Pasir

Bagaimana pasir bisa menumpuk tinggi tanpa runtuh? Jawabannya terletak pada “sudut istirahat” (angle of repose). Angin terus memindahkan pasir ke puncak tumpukan hingga mencapai kemiringan kritis sekitar 30-34 derajat. Saat batas ini terlewati, pasir akan runtuh karena beratnya sendiri hingga mencapai kestabilan kembali.

Siklus berulang ini—pasir merayap naik di sisi yang berangin lalu tergelincir turun di sisi sebaliknya—memungkinkan bukit pasir untuk “berjalan” bermigrasi searah tiupan angin. Jejak geologis dari proses gali-timbun ini bahkan tersimpan sebagai fosil struktur yang disebut cross-bedding.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misteri Nyanyian Gurun

Fenomena paling memukau dari gurun adalah kemampuannya untuk “bernyanyi”. Bukit pasir tertentu dapat menghasilkan suara hingga 115 desibel—setara konser rock—dengan nada-nada spesifik.

Baca Juga :  Update Longsor Bandung Barat: 82 Orang Hilang, 8 Tewas - SAR Kerahkan Drone

Gunung Pasir di Nevada bernyanyi di nada C rendah, sementara bukit di Maroko melolong di nada G kres. Awalnya, ilmuwan mengira longsoran pasir membuat seluruh bukit beresonansi seperti biola raksasa.

Namun, riset pertengahan 2000-an mematahkan teori itu. Ilmuwan menemukan bahwa suara tersebut murni akibat tumbukan antarbutiran pasir yang tersinkronisasi. Getaran ini membuat lapisan luar bukit bergetar layaknya kerucut pengeras suara (loudspeaker). Nada suara yang keluar sangat bergantung pada ukuran butiran pasir itu sendiri.

Simulasi Masa Depan

Di laboratorium, para peneliti kini menggunakan simulasi komputer canggih untuk mereproduksi pola dan dinamika gurun. Ternyata, efisiensi transportasi pasir meningkat secara bertahap melalui evolusi bentuk bukit.

Temuan ini sangat krusial. Dengan memahami “zona bayangan”—wilayah di mana pasir membuang peluang untuk bergerak—ilmuwan dapat membangun model prediksi yang lebih akurat. Tujuannya jelas: mengetahui kapan raksasa pasir itu akan tiba di depan pintu rumah kita, dan bagaimana cara menghentikannya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:18 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terbaru

Alun-alun teknologi militer. Ukraina menawarkan kerja sama sistem nirawak dan pengalaman medan tempur kepada Jepang guna memperkuat pertahanan Tokyo di tengah perubahan peta keamanan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB