Kapal Induk AS Merapat ke Timur Tengah, Iran Siaga

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumpah perlawanan di Enghelab Square. Ribuan warga Teheran melepas kepergian arsitek penutupan Selat Hormuz, Alireza Tangsiri, bertepatan dengan hari jadi Republik Islam ke-47 di bawah bayang-bayang bombardir udara. Dok: Istimewa.

Sumpah perlawanan di Enghelab Square. Ribuan warga Teheran melepas kepergian arsitek penutupan Selat Hormuz, Alireza Tangsiri, bertepatan dengan hari jadi Republik Islam ke-47 di bawah bayang-bayang bombardir udara. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Bayang-bayang perang besar kembali menyelimuti Timur Tengah pada hari Rabu (14/1). Berbagai sumber mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat sedang menggerakkan kelompok tempur kapal induk (carrier strike group) dari Laut Cina Selatan menuju wilayah tanggung jawab Komando Pusat (CENTCOM) di Timur Tengah.

Langkah militer masif ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat tajam antara Washington dan Teheran.

Kellie Meyer, reporter NewsNation, melaporkan pergerakan strategis tersebut. Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa negara tersebut kini berada pada tingkat kesiapan tempur tertinggi.

Majid Mousavi, komandan Pasukan Dirgantara IRGC, mengirim sinyal peringatan keras. Ia menegaskan bahwa stok rudal Iran telah meningkat signifikan sejak perang 12 hari dengan Israel tahun lalu.

Ancaman Balasan ke Pangkalan Regional

Teheran telah menarik garis merah yang tegas. Pejabat senior Iran menyatakan bahwa mereka telah memberi tahu sekutu AS di kawasan—mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Turki. Pesannya jelas: jika Washington menyerang Iran, pangkalan AS di wilayah mereka akan menjadi target serangan balasan.

Baca Juga :  Mudik Lebaran 2026 Dijaga Ketat, Polda Metro Siagakan 6.802 Personel - Ada 95 Pos Pengamanan

Amerika Serikat memang mempertahankan kekuatan militer yang luas di Timur Tengah. Ini termasuk markas depan CENTCOM di Al Udeid, Qatar, dan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Menanggapi potensi serangan, Qatar mengonfirmasi bahwa penarikan personel (drawdowns) di Pangkalan Udara Al Udeid sedang berlangsung. Sky News melaporkan bahwa Inggris juga mulai menarik sebagian personelnya dari pangkalan udara di Qatar sebagai langkah antisipasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eksodus Warga Asing dan Penarikan Personel

Situasi yang memburuk memicu kepanikan diplomatik. Beberapa negara Eropa—termasuk Inggris, Polandia, Italia, dan Spanyol—mendesak warganya untuk segera meninggalkan Iran. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Prancis telah mengeluarkan peringatan serupa.

Seorang pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengakui bahwa Washington menarik beberapa personel dari pangkalan regional utama sebagai tindakan pencegahan.

Seorang pejabat militer Barat menggambarkan situasi ini kepada Reuters. “Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS sudah dekat. Namun, begitulah cara pemerintahan ini berperilaku untuk membuat semua orang waspada. Ketidakpastian adalah bagian dari strategi.”

Trump: “Bantuan Sedang Dalam Perjalanan”

Di Gedung Putih, Presiden Donald Trump memberikan sinyal yang campur aduk. Ia menerapkan pendekatan “tunggu dan lihat”, namun tidak mengesampingkan aksi militer.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Senin 26 Januari 2026 Didominasi Berawan dan Hujan Ringan

Dalam wawancara dengan CBS News pada hari Selasa, Trump bersumpah akan mengambil “tindakan yang sangat kuat” jika Iran mengeksekusi para demonstran. Ia mendesak rakyat Iran untuk terus memprotes dan “mengambil alih institusi”, seraya menjanjikan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Dua pejabat Eropa memperkirakan intervensi militer AS bisa terjadi dalam 24 jam ke depan. Seorang pejabat Israel juga menyebut bahwa Trump tampaknya telah memutuskan untuk campur tangan, meskipun waktu dan cakupannya masih belum jelas.

Diplomasi Terputus

Jalur diplomasi tampaknya telah buntu. Pejabat Iran mengonfirmasi bahwa kontak langsung antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff telah terhenti.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, menyalahkan musuh asing atas kerusuhan di negaranya. Ia menyebut Iran “belum pernah menghadapi volume kehancuran seperti ini” dan menuduh AS serta Israel mendalangi kerusuhan yang bermula dari krisis ekonomi dua minggu lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB