JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Skandal dugaan penipuan PT Dana Syariah Indonesia (DSI) makin melebar. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mencatat sekitar 15 ribu orang menjadi korban praktik fraud yang terjadi selama bertahun-tahun.
Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak menyebut, ribuan korban itu merupakan para lender atau pemilik modal yang dananya diduga disalahgunakan.
Praktik tersebut berlangsung sejak 2018 hingga 2025 tanpa terdeteksi.
“Korban kurang lebih 15.000 lender. Dana mereka diduga disalahgunakan atau disalurkan tidak sesuai peruntukannya,” kata Ade, Minggu (25/1/2026).
Modusnya licik. PT DSI diduga membuat proyek fiktif dengan mencatut data borrower yang sudah ada. Data itu dipoles seolah-olah merupakan proyek baru yang membutuhkan pendanaan.
Akibatnya, para lender terpancing masuk. Mereka percaya proyek tersebut nyata dan menjanjikan keuntungan. Padahal, proyek yang ditawarkan diduga hanya kedok.
“Para lender tertarik karena melihat ada proyek pembiayaan. Dari situlah investasi masuk,” tegas Ade.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini masih dikembangkan. Polisi terus menelusuri aliran dana dan peran pihak-pihak terkait dalam dugaan penipuan berskala besar tersebut. (red)
Editor : Hadwan


















