Kapolri Buka Suara Soal Wacana Libatkan TNI Tangani Terorisme

Senin, 26 Januari 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai rapat dengan Komisi III DPR RI membahas wacana pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. (Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai rapat dengan Komisi III DPR RI membahas wacana pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara terkait wacana pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan tindak pidana terorisme.

Isu ini mencuat seiring beredarnya draf Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur peran TNI dalam penanggulangan terorisme.

Listyo menegaskan, Polri belum mengambil sikap final karena pemerintah masih menjalankan proses harmonisasi regulasi.

“Ini masih dibicarakan. Kami menunggu proses harmonisasi yang saat ini sedang berjalan,” kata Listyo usai menghadiri rapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  Arus Nataru 2026 Membludak, Jasa Marga Operasikan 37 Gardu di GT Cikampek Utama

Kapolri Ingatkan Batas Kewenangan

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri itu menekankan pentingnya pembahasan secara menyeluruh dan hati-hati.

Menurutnya, pelibatan TNI harus tetap memperhatikan batas kewenangan antar-institusi.

“Ada batas-batas yang harus dijaga. Peraturan ini harus benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak keluar dari koridor hukum yang sudah diatur,” tegasnya.

Baca Juga :  Aksi Kejar-kejaran! Polisi Gagalkan 1.500 Liter Tuak di Soreang, Pelaku Dibekuk Saat One Way

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hindari Tumpang Tindih Penanganan

Selain itu, Listyo menilai kejelasan pembagian peran dan fungsi menjadi kunci utama agar penanganan terorisme berjalan efektif.

Ia mengingatkan, regulasi yang tidak tegas justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara Polri dan TNI.

“Kejelasan peran sangat penting agar sinergi penanggulangan terorisme bisa berjalan optimal tanpa menimbulkan masalah baru,” pungkasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:07 WIB

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

INTERNASIONAL

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB